Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Techno
LIVE ●

Meta Hapus 159 Juta Iklan Penipuan dan 10,9 Juta Akun Scam

Meta menghapus jutaan akun penipuan di Facebook dan Instagram serta meluncurkan fitur peringatan baru di WhatsApp.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Widya Lisfianti
Editor: Febri Prasetyo
zoom-in Meta Hapus 159 Juta Iklan Penipuan dan 10,9 Juta Akun Scam
Tech Crunch
Meta menghapus jutaan akun penipuan di Facebook dan Instagram serta meluncurkan fitur peringatan baru di WhatsApp. 

Ringkasan Berita:
  1. Meta menghapus lebih dari 159 juta iklan penipuan dan 10,9 juta akun scam di Facebook dan Instagram.
  2. Perusahaan kini menggunakan teknologi AI untuk mendeteksi berbagai pola penipuan online.
  3. Fitur peringatan baru diluncurkan di Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Messenger untuk membantu pengguna mengenali aktivitas mencurigakan.

TRIBUNNEWS.COM - Perusahaan teknologi Meta mengumumkan telah menghapus jutaan akun yang terlibat dalam aktivitas penipuan di platformnya. 

Selain itu, Meta juga memperkenalkan sejumlah fitur baru untuk membantu pengguna mengenali potensi penipuan di Facebook, Instagram, dan WhatsApp.

Menurut Meta, sepanjang tahun lalu perusahaan telah menindak berbagai aktivitas penipuan yang terjadi di platformnya. 

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan keamanan pengguna di layanan media sosial dan aplikasi pesan milik perusahaan tersebut.

Meta menyebut penipuan online menjadi masalah besar yang terus berkembang di berbagai platform digital. 

Karena itu, perusahaan terus memperbarui sistem deteksi serta memperkuat perlindungan bagi pengguna.

Rekomendasi Untuk Anda

Dalam laporan terbaru, Meta menyebut telah melakukan berbagai tindakan terhadap aktivitas penipuan.

Beberapa langkah yang dilakukan antara lain

  • menghapus lebih dari 159 juta iklan penipuan;
  • menutup sekitar 10,9 juta akun penipuan di Facebook dan Instagram;
  • menindak jaringan penipu yang memanfaatkan platform media sosial.

Baca juga: Mulai 28 Maret, Anak di Bawah 16 Tahun Tak Diizinkan Punya Akun Instagram, Facebook, hingga TikTok

Meta mengatakan para pelaku penipuan sering menggunakan berbagai cara untuk mengelabui pengguna, mulai dari menyamar sebagai orang terkenal hingga membuat situs palsu.

Untuk mengatasi masalah ini, Meta kini memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam mendeteksi aktivitas penipuan.

Sistem AI tersebut dirancang untuk menganalisis berbagai sinyal sekaligus, seperti:

  • Teks dalam pesan atau iklan
  • Gambar yang digunakan dalam konten
  • Konteks percakapan atau tautan yang dibagikan

Dengan analisis tersebut, sistem dapat mengenali pola penipuan yang lebih kompleks dan mendeteksinya lebih cepat dibanding metode lama.

Meta menyebut sistem ini terutama difokuskan untuk mendeteksi dua jenis penipuan yang sering terjadi, yaitu:

  • Penyamaran sebagai tokoh terkenal, figur publik, atau merek tertentu
  • Tautan menuju situs palsu yang meniru situs resmi

Peringatan Baru untuk Pengguna

Selain menggunakan AI, Meta juga meluncurkan fitur peringatan baru di beberapa aplikasinya.

Peringatan ini akan muncul ketika sistem mendeteksi aktivitas yang mencurigakan meskipun belum dipastikan sebagai penipuan.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas