Pusat Data Berbasis AI SMX01 Masuki Tahap Akhir, Perkuat Infrastruktur Digital di Jantung Jakarta
Peta jalan transformasi digital Indonesia kembali mencatat pencapaian penting.
Editor:
Dodi Esvandi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Peta jalan transformasi digital Indonesia kembali mencatat pencapaian penting.
Kolaborasi strategis antara SM+ Data Centers, Korea Investment Real Asset Management (KIRA), dan LG Sinar Mas (LGSM) resmi menandai tahap akhir konstruksi pusat data flagship mereka, SMX01, melalui seremoni topping off di Jakarta.
Proyek yang berlokasi di Kawasan Pusat Bisnis Jakarta ini bukan sekadar gedung penyimpanan data biasa.
SMX01 dirancang sebagai fasilitas yang siap mengakomodasi beban kerja Kecerdasan Buatan (AI) atau AI-ready, sebuah kebutuhan mendesak di tengah ledakan adopsi teknologi pintar oleh korporasi saat ini.
Dengan selesainya tahap konstruksi ini, fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi penuh (Ready for Service) pada kuartal IV tahun 2026.
Transisi dari Edge ke Hyperscale
Bagi SM+ Data Centers, kehadiran SMX01 merupakan lompatan besar.
Jika sebelumnya mereka dikenal luas melalui jaringan edge data center nasional, SMX01 menjadi wajah baru bagi kapabilitas mereka di kelas metro data center yang mampu mendukung kebutuhan hyperscale.
"SMX01 menjadi flagship facility yang dirancang untuk menjawab kebutuhan enterprise, hyperscale, hingga beban kerja AI di pusat ekonomi digital Indonesia," ujar Herson Suindah, Direktur Utama dan Group CEO SM+ Holdings.
Senada dengan itu, CEO KIRA, Yong Sik Kim, menegaskan bahwa investasi ini didasari pada fundamental jangka panjang infrastruktur digital di Indonesia yang terus menguat.
Ia menilai SMX01 memiliki posisi strategis untuk menyediakan kapasitas komputasi yang aman dan andal bagi pasar Asia Tenggara.
Salah satu poin menarik dari proyek ini adalah keterlibatan teknologi dan standar engineering global dari LG CNS yang dibawa oleh LG Sinar Mas.
Keterlibatan ini memastikan bahwa SMX01 tidak hanya unggul secara fisik, tetapi juga matang secara sistem dan operasional.
Baca juga: SoftBank Investasi Rp8.478 Triliun untuk Pembangunan Pusat Data AI di Ohio
CEO LG Sinar Mas, Han Donghyup, menjelaskan bahwa pembangunan pusat data generasi baru membutuhkan disiplin tinggi sejak tahap desain.
"Ini adalah validasi atas kemampuan kami dalam menghadirkan standar design, build, and operate untuk kebutuhan yang kompleks, mulai dari adopsi cloud hingga pengolahan data intensif," ungkapnya.
Selain aspek teknis, SMX01 juga dipersiapkan sebagai fasilitas yang netral operator (carrier-neutral).
Baca tanpa iklan