Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Techno
LIVE ●

Teknologi Baterai Makin Maju, Tapi Kenapa Masih Boros?

Teknologi baterai dan fast charging terus berkembang, tetapi banyak orang masih merasa baterai HP cepat habis.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Teknologi Baterai Makin Maju, Tapi Kenapa Masih Boros?
9to5mac
IPHONE - Foto diambil dari laman 9to5mac pada Sabtu (4/10/2025). Teknologi baterai dan fast charging terus berkembang, tetapi banyak orang masih merasa baterai HP cepat habis. 
Ringkasan Berita:
  1. Banyak orang masih mengeluhkan daya tahan baterai smartphone.
  2. Teknologi fast charging kini semakin cepat di Android maupun iPhone.
  3. Kapasitas baterai bukan satu-satunya faktor penentu ketahanan daya.

TRIBUNNEWS.COM - Teknologi baterai smartphone terus berkembang dari tahun ke tahun. 

Fast charging kini semakin cepat, wireless charging makin stabil, dan kapasitas baterai juga semakin besar. 

Namun di sisi lain, banyak orang masih merasa baterai HP cepat habis dan tidak seawet dulu.

Dalam laporan yang dipublikasikan pada 14 Mei 2026, CNET mengungkap bahwa persoalan baterai masih menjadi salah satu keluhan terbesar para pemilik smartphone.

Berdasarkan survei CNET tahun 2026:

  • 58 persen responden mengaku frustrasi dengan daya tahan baterai HP mereka
  • 31 persen mengatakan baterai tidak lagi mampu menyimpan daya sebaik saat baru dibeli

Padahal, teknologi charging saat ini sebenarnya sudah jauh berkembang dibanding beberapa tahun lalu.

Fast Charging Kini Semakin Cepat

CNET melakukan pengujian terhadap 33 smartphone dari berbagai merek seperti Apple, Samsung, Google, Motorola, hingga OnePlus.

Rekomendasi Untuk Anda

Hasilnya menunjukkan teknologi charging kini berkembang sangat pesat.

Baca juga: Sosok Zhou Qunfei, Wanita yang Duduk di Antara CEO Apple dan Pendiri Tesla di Jamuan Xi Jinping

Beberapa contohnya:

  • iPhone 17 Pro mendukung wired charging 40W
  • Galaxy S26 Ultra mendukung wired charging 60W
  • OnePlus 15 mendukung charging hingga 80W

Tidak hanya charging kabel, wireless charging juga mengalami peningkatan besar lewat standar Qi2 dan Qi2.2.

Teknologi tersebut memungkinkan:

  • Wireless charging hingga 25W
  • Posisi charging lebih stabil berkat magnet seperti MagSafe
  • Pengisian daya lebih cepat dibanding generasi lama
  • Kenapa Baterai Masih Terasa Boros?

Meski charging makin cepat, ketahanan baterai ternyata tidak hanya ditentukan kapasitas baterai semata.

CNET menjelaskan ada beberapa faktor lain yang memengaruhi performa baterai:

  • Efisiensi chipset
  • Optimalisasi software
  • Ukuran layar
  • Refresh rate tinggi
  • Aktivitas aplikasi di latar belakang

Karena itulah, HP dengan baterai besar belum tentu terasa lebih awet.

Sebagai contoh, iPhone 17 Pro justru menjadi salah satu ponsel dengan charging tercepat meski memakai baterai 4.252 mAh, lebih kecil dibanding banyak flagship Android yang memakai baterai 5.000 mAh.

Hal tersebut disebut terjadi karena efisiensi software dan prosesor Apple yang lebih optimal.

Teknologi Baterai Baru Mulai Bermunculan

CNET juga menyoroti kemunculan teknologi silicon-carbon battery yang mulai dipakai beberapa brand Android.

Teknologi ini memungkinkan:

  • Kapasitas baterai lebih besar
  • Charging lebih cepat
  • Ukuran baterai tetap tipis

Salah satu contohnya adalah OnePlus 15 yang memakai baterai silicon-carbon berkapasitas 7.300 mAh.

Dalam pengujian CNET, OnePlus 15 mampu mengisi daya hingga 72 persen dalam 30 menit

Namun teknologi ini masih belum dipakai secara luas.

Saat ini, brand seperti Apple, Samsung, dan Google disebut masih belum menggunakan baterai silicon-carbon di perangkat mereka.

Kebiasaan Pemakaian Ikut Berpengaruh

Selain faktor teknologi, kebiasaan penggunaan sehari-hari juga membuat baterai terasa cepat habis.

Beberapa penyebab umum:

  • Terlalu sering bermain game
  • Brightness layar terlalu tinggi
  • Banyak aplikasi berjalan bersamaan
  • Sinyal seluler tidak stabil
  • Charging memakai adaptor yang tidak sesuai

Karena itu, meski teknologi baterai terus berkembang, pengalaman penggunaan tetap dipengaruhi cara pemakaian masing-masing orang.

CNET juga menyebut bahwa untuk mendapatkan charging tercepat, pemilik smartphone perlu memakai charger yang mendukung standar daya sesuai perangkat, termasuk charger USB-C dan dukungan Qi2 atau Qi2.2 untuk wireless charging.

Dengan perkembangan teknologi saat ini, charging memang semakin cepat. Namun tantangan soal daya tahan baterai ternyata masih belum sepenuhnya selesai.

(Tribunnews.com/Widya)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas