Jelang Libur Sekolah, Kemenhut Luncurkan Aplikasi Ayo ke Taman Nasional, Bisa Beli Tiket Online
Jelang momen libur sekolah, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) meluncurkan aplikasi 'Ayo ke Taman Nasional'.
Penulis:
Wahyu Gilang Putranto
Editor:
Bobby Wiratama
Ringkasan Berita:
- Kemenhut meluncurkan aplikasi Ayo ke Taman Nasional.
- Aplikasi dapat diunduh di Play Store dan AppStore.
- Masyarakat dapat membeli tiket dan mengakses informasi mengenai Taman Nasional dan objek wisata alam lainnya.
TRIBUNNEWS.COM - Jelang momen libur sekolah, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) meluncurkan aplikasi 'Ayo ke Taman Nasional'.
Aplikasi ini memungkinkan masyarakat untuk membeli tiket secara daring.
Selain itu, aplikasi ini juga menyajikan informasi ratusan destinasi wisata dan akses berbagai layanan.
Indonesia diketahui memiliki 57 Taman Nasional (TN) dan 143 Taman Wisata Alam yang tersebar di berbagai daerah.
Seperti TN Bunaken di Sulawesi Utara, TN Gunung Halimun Salak di Jawa Barat, TN Gunung Merbabu di Jawa Tengah, maupun TN Komodo dan TN Kelimutu di Nusa Tenggara Timur.
Peluncuran aplikasi dilakukan Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dalam rangkaian pembukaan Indonesia Outdoor Festival (INDOFEST) di Jakarta, Kamis (4/6/2026).
“Hari ini saya dengan senang hati melaunching aplikasi Ayo ke Taman Nasional, sebuah platform yang kami harapkan dapat memudahkan masyarakat membeli tiket dan mencari informasi dengan lebih cepat," ungkap Raja Juli, dikutip dari keterangan tertulis.
Raja Juli mengatakan kunjungan ke Taman Nasional selalu naik tiap tahunnya.
"Ini menunjukkan tren yang menggembirakan bahwa anak-anak kita tidak hanya suka ke mal, tidak hanya mager main handphone di kamar masing-masing, tetapi outdoor activity sudah menjadi aktivitas mainstream yang setiap tahunnya meningkat,” ungkapnya.
Aplikasi ini sudah dapat diunduh melalui Play Store maupun AppStore.
Baca juga: TikTok Rilis Aplikasi Baru Khusus Piala Dunia 2026, Pengguna Bisa Dapat Hadiah
Tak Lagi Pakai Sistem Sobek Tiket
Raja Juli mengungkapkan langkah ini menjadi wujud transformasi digital dalam pengelolaan taman nasional.
“Satu setengah tahun lalu saya masuk ke Kementerian Kehutanan, sistem tiketnya masih sistem sobek. Saya merasa ini tidak efektif, tidak efisien, sekaligus tidak transparan dan akuntabel,” ujarnya.
Raja Antoni terus mendorong percepatan digitalisasi layanan.
“Sekarang sudah 93 persen kita melakukan e-ticketing di taman nasional kita. Masih ada beberapa tempat yang mengalami kendala internet dan listrik, tetapi kami mencari teknologi yang paling efisien, termasuk pemanfaatan solar panel, sehingga di tempat-tempat terpelosok sekalipun kita bisa menawarkan layanan e-ticketing yang lebih baik,” ungkapnya.
Diketahui, libur sekolah pergantian tahun ajaran baru atau kenaikan kelas diperkirakan berlangsung mulai 22 Juni hingga pertengahan Juli 2026.
(Tribunnews.com/Gilang)