Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tour de Java 2016

Siasat Hindari Macet di Brebes Timur

Ribuan kendaraan pemudik diprediksi bakal keluar di gerbang Brebes Timur pada waktu yang bersamaan

Siasat Hindari Macet di Brebes Timur
TRIBUN/BIRO KOMUNIKASI PUBLIK KEMENTRIAN PUPR
Petugas merawat ruas jalan tol Pejagan-Brebes Timur yang baru aja dibangun pada Senin (11/4/2016) lalu. Tol yang merupakan bagian dari jalan tol lintas Jawa tersebut diresmikan Presiden Joko Widodo pada Kami (16/6/2016). BIRO KOMUNIKASI PUBLIK KEMENTRIAN PUPR 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ribuan kendaraan pemudik diprediksi bakal keluar di gerbang Brebes Timur pada waktu yang bersamaan. Kemacetan pun sudah dapat diperkirakan.

Ruas Pejagan-Brebes Timur yang diresmikan Presiden Jokowi, Kamis (16/6) merupakan perpanjangan jalan tol Kanci-Pejagan. Pemudik bermobil tujuan Jateng utara dan seterusnya bakal menjadikan jalan tol ini sebagai pilihan utama untuk mencapai jalur pantura.

Pada masa mudik tahun lalu, Jalan Tol Cikopo Palimanan (Cipali) yang baru dibuka, juga menjadi pilihan utama para pemudik. Alhasil, ribuan kendaraan parkir di jalan tol yang menjadi penghubung Jalan Tol Jakarta-Cikampek dan Jalan Tol Palimanan-Pejagan itu.

Kemacetan di Brebes Timur bakal serupa kemacetan di Pejagan pada tahun-tahun lalu. Penyebabnya pun sama. Kendaraan yang baru keluar dari jalan tol harus melewati persimpangan sebidang, tepatnya pertemuan dengan kendaraan di jalur pantura. Kondisi ini menyebabkan perlambatan dan buntutnya menimbulkan kemacetan panjang.

Polri sudah memperkirakan kemacetan di Brebes Timur dan menyiapkan skenario buka-tutup. Apabila volume kendaraan yang menuju Brebes Timur sangat tinggi, jalur itu akan ditutup dan kendaraan diminta keluar di Pejagan, sekitar 20 km sebelah barat pintu tol Brebes Timur.

Kepala Korps Lalu lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agung Budi Maryoto menambahkan, polisi juga menyiapkan skenario three in one di gerbang tol Brebes Timur. Skenario three in one ad;aah tiga lajur untuk kendaraan yang keluar jalan tol dan satu lajur untuk kendaraan yang masuk jalan tol.

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Condro Kirono juga menyatakan, pihaknya telah mengantisipasi kemacetan di Brebes Timur. "Pintu tol Brebes Timur akan membuat lalu lintas di wilayah Brebes serta Tegal Kota menjadi padat,” katanya.

Polisi pun sudah ancang-ancang mengurai kemacetan di perbatasan Brebes-Tegal. “Kota Tegal sudah memiliki jalan lingkar utara untuk mengurai kepadatan kendaraan," sambungnya.

Jalan-jalan tol yang setengah jadi di Jateng dan Jatim, juga bakal dibuka untuk dilintasi pemudik. Jalan tol setengah jadi itu adalah jalan tol Bawen-Salatiga, Kertosono-Mojokerto, Solo-Ngawi, Gempol-Pasuruan, dan Pejagan-Pemalang.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Herry Trisaputra Zuna mengatakan, jalan-jalan tol tersebut akan berfungsi secara darurat. Pengerjaan jalan-jalan tol itu belum 100 persen selesai namun sudah ada rambu-rambu lalu lintas yang memadai. "Bisa dilintasi dan tidak bahaya karena ada rambu-rambu," tutur Herry.

PT Jasa Marga memprediksi puncak arus mudik terjadi pada Jumat, 1 Juli 2016. “Masyarakat mulai libur Senin (4/7), namun mereka akan berangkat pada Jumat (1/7) agar lebih lama di kampung,” beber juru bicara Jasa Marga Jakarta-Cikampek, Iwan Abrianto di Bekasi, Kamis (16/6).

Untuk itu, pemudik diminta mengatur jadwal keberangkatan agar tak terjebak macet pada puncak arus mudik.

Tak hanya di ruas Cikopo-Brebes Timur, kemacetan juga bakal terjadi mulai dari Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Polisi menyiapkan skenario contra flow atau lawan arah di Jalan Tol Jakarta Cikampek, mulai Km 14 hingga Km 61.

Sistem contra flow diberlakukan situasional atau ketika kemacetan sudah sangat parah. "Saat keadaan penuh akan diberlakukan contra flow," ungkap Asisten Kapolri Bidang Operasi, Irjen Unggung Cahyono.

Contra flow menggunakan satu lajur arah Jakarta. Kendaraan yang masuk lajur contra flow tentu saja tak boleh mampir di rest area.

Pengelola Jalan Tol Purwakarta Bandung Cileunyi (Purbaleunyi) juga menyiapkan skenario pengalihan gardu transaksi dan contra flow. Sebanyak dua gardu disiapkan sehingga nantinya gerbang keluar jalan tol Cileunyi memiliki 10 gardu transaksi. Sedangkan contra flow dijalankan jika panjang kemacetan di pintu keluar Cileunyi sudah mencapai 15 km atau sampai Buah Batu.

 Rest area tutup

Selama masa mudik Lebaran 2016, Jasa Marga akan menutup tempat istirahat atau rest area di Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Penutupan dilakukan untuk memperlancar arus lalu lintas di jalan tol tersebut.

"Jarak antar rest area di Jalan Tol Jakarta Cikampek pendek sekali. Kami akan tutup rest area untuk sementara. Makanya kami imbau pengendara agar siap bahan bakar dan perbekalan," ujar Direktur Utama Jasa Marga, Adityawarman, kepada Kompas.com, usai peresmian sistem integrasi Jalan Tol Cikarang Utama-Palimanan dan Palimanan-Brebes Timur Kamis (16/6).

Pada masa mudik tahun lalu dan beberapa kali long weekend, rest area menjadi sumber kemacetan. Kendaraan yang masuk dan keluar rest area menyebabkan perlambatan sehingga menimbulkan kemacetan di belakangnya. Apalagi ketika sejumlah kendaraan diparkir di bahu jalan di sekitar pintu masuk dan keluar rest area karena area parkir sudah sesak namun si pengendara memaksakan diri berhenti.

Namun Adityawarman juga menjelaskan, hanya layanan pengisian bahan bakar di rest area yang tetap diizinkan beroperasi. Sedangkan restoran ataupun toko rest area diminta untuk tutup.

Apalagi, pada saat masa mudik, toko-toko di rest area juga kesulitan mendatangkan stok barang sehingga persediaan barangnya menjadi sangat terbatas.

Meski tempat-tempat istirahat di Jalan Tol Jakarta-Cikampek hanya melayani pengisian BBM, potensi kemacetan di sekitar rest area masih ada karena adanya kendaraan yang masuk dan keluar rest area serta kemungkinan kendaraan yang parkir di bahu jalan di sekitar rest area.  (har/ape/raf)

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Achmad Rafiq
Editor: Ade Mayasanto
  Loading comments...

Berita Terkait :#Tour de Java 2016

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas