Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Menikmati Semarak Warna-warni Saat Memasuki Pasar Ubud, Bali

Sungguh asyik menikmati semarak warna-warni saat memasuki Pasar Ubud, Gianyar, Bali.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Menikmati Semarak Warna-warni Saat Memasuki Pasar Ubud, Bali
Astanaswahavila
Semarak warna-warni Pasar Ubud, Bali. 

TRIBUNNEWS.COM -  Warna-warni. Begitulah kesan ketika kita masuk ke pasar Ubud. Di bagian kiri pasar, kita dapat jumpai kios kerajinan anyaman. Selain itu, akan tampak berderet rapi kios-kios yang menjual aneka kain dan pakaian khas Bali.

Masuk lagi ke dalam, kita akan melihat halaman terbuka yang dipenuhi penjual aneka sayur, buah, juga bunga. Sayuran dan buah-buahan di sini tidak hanya untuk dimakan. Begitu juga bunga. Ia tak sekadar menjadi hiasan. Sayur, buah, dan bunga menjadi salah satu perlengkapan upacara ibadah penduduk Bali yang mayoritas Hindhu.

Pura dan Sesaji

Tidak jauh dari tempat para penjual sayur dan buah, ada penjual wadah sesaji yang dibuat dari daun kelapa. Harganya Rp1.000,00 untuk tiga buah wadah sesaji.

Yang menjadi satu ciri Pasar Ubud adalah adanya pura. Namanya Pura Melanting. Pura ini dibangun khusus untuk para pedagang di Pasar Ubud. Para pedagang sembahyang di pura itu setiap hari. Waktunya pagi atau sore, tergantung kesibukan masing-masing.

Pasar Bergilir

Rekomendasi Untuk Anda

Salah satu keunikan Pasar Ubud adalah adanya waktu jualan bergilir. Jika mau mencari sayur dan buah di Pasar Ubud, datanglah pagi hari. Sebab, menjelang tengah hari, para penjual sayur dan buah akan gulung tikar.

Lalu, tempat itu disapu bersih. Selanjutnya, para pedagang aneka kerajinan khas Bali mendapat giliran berjualan di situ sampai pasar ini tutup sekitar pukul 6 sore.

Yang membuat pemandangan Pasar Ubud  terlihat unik adalah payung yang digunakan para pedagang sayur dan buah. Para penjual ini menggunakan payung dari anyaman bambu berbentuk bujur sangkar, sebagian yang lain persegi panjang.

Jika diperhatikan, mulai dari meja tempat jualan, barang dagangan, hingga payung penjualnya semua dibuat dari bahan alami. Unik, kan? (Joko, Foto: Ricky)

Sumber: Kidnesia
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas