Air Terjun Lemutu di Muaraenim, Cantik dan Masih Sangat Perawan, Tapi Infrastruktur Payah
Air Terjun Lemutu di Tanjung Agung, Kabupaten Muaraenim, Sumsel, sungguh memesona dan masih perawan. Sayang, jalan menuju lokasi sungguh merepotkan!
Editor:
Agung Budi Santoso
Di Cughup Kakap ini, auranya juga terasa lebih kuat berbeda dari kedua air terjun Tengah dan Panjang.
Pantangan di Lokasi
Dan satu pantangan (pamali) kepada semua pengunjung air terjun Lemutu adalah agar tidak menggunakan bahasa Palembang.
Sebaiknya berbahasa Indonesia atau selain bahasa Palembang. Mengapa?
Konon, menurut kepercayaan warga jika dilanggar biasanya akan turun hujan sehingga akan menambah sulit medan yang akan dilintasi.
Karena tanah akan menjadi becek, licin dan berlumpur.
Secara keseluruhan, untuk menuju ke lokasi air terjun ini memang membutuhkan fisik yang prima.
Sebab meskipun akses jalan sudah ada, namun kondisinya rusak berat sehingga satu-satunya akses jalan menuju ke lokasi hanya berjalan kaki atau menaiki kendaraan roda dua sekitar 1-2 jam dari Desa Pagar Dewa.
Meski demikian, jika ada yang tertarik mengunjungi air terjun ini, masyarakat Tanjung Agung khususnya Pagar Dewa tidak sungkan menjadi penunjuk jalan.
Mereka juga sangat ramah terhadap pengunjung yang mendatangi desa mereka.

Wisatawan melalui perkampungan penduduk sebelum sampai di Air Terjun Lemutu
Di sekitar check point (Pagar Dewa) banyak motor ojek modifikasi yang siap mengantar ke lokasi dengan biaya berkisar Rp 50 ribu-Rp 100 ribu tergantung
negosiasi.
Pengunjung dari luar kota bisa menitipkan kendaraan baik roda empat maupun dua di rumah-rumah penduduk di Desa Pagar Dewa dengan tarif Rp 5 ribu - Rp 10 ribu.
Di desa itu juga sudah terdapat sejumlah warung sederhana yang menjual makanan dan minuman.
Demikian juga di Talang Jerun, ada masyarakat yang menjual makanan dan minuman ringan serta hasil bumi.
Mereka juga menyiapkan tempat istirahat dan tempat salat ala kadarnya.
Di Talang Jerun ini, kendaraan harus berhenti, sebab medan yang dilalui lebih sulit dan hanya mampu ditempuh dengan berjalan kaki.
Sebagai antisipasi, pengunjung sebaiknya menyiapkan bekal masing-masing dari rumah secukupnya, termasuk untuk perlengkapan seperti alas kaki berupa sepatu dan obat-obatan.
Kurang Sentuhan Perhatian Pemerintah
Keberadaan Air Terjun Lemutu, bagi masyarakat Desa Pagar Dewa khususnya dan Kecamatan Tanjung Agung, sebenarnya sudah cukup lama dikenal.
Namun karena kurangnya perhatian pemerintah dan promosi menyebabkan potensi air terjun di wilayah Kecamatan
Tanjung Agung nyaris tenggelam dan luput dari perhatian.
Padahal jika potensi tersebut ditangani secara serius, tidak menutup kemungkinan bisa menjadi icon baru wisata air terjun di Kabupaten Muaraenim selain wisata air terjun Bedegung nyang sudah lebih dulu tenar.
Menurut tokoh masyarakat Talang Jerun, Marpudin (41), air terjun di wilayah Kecamatan Tanjung Agung cukup banyak, hanya tinggal kemauan pemerintah yang kuat apakah akan dimanfaatkan dan dioptimalkan menjadi tempat wisata atau tidak.
Memang tidak dipungkiri, lokasi air terjun tersebut sebagian besar berada di hutan sehingga membutuhkan infrastruktur yang besar mulai dari pembangunan akses jalan, listrik dan prasarana lainnya.
Namun jika tidak dimulai dari sekarang, tentu kapan lagi Kabupaten Muaraenim bisa memanfaatkan potensi alam yang luar biasa untuk meningkatkan kunjungan wisata dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Di aliran Sungai Lemutu saja, kata Marpudin, yang ia ketahui sudah ada enam air terjun, belum ditambah aliran sungai lainnya.
Sebagai contoh di Desa Muara Emil, Kecamatan Tanjung Agung, itu ada air terjun Napal Carik yang sampai saat ini aksesnya belum terbuka dan dikelola dengan baik.
Belum lagi ditambah di beberapa tempat lain yang juga mempunyai air terjun yang belum terekspos di media massa.
Namun untuk potensi yang paling menjanjikan adalah di air terjun Sungai Lemutu.
Selain ada enam air terjun, juga akses menuju ke lokasi tidak terlalu jauh hanya sekitar 7 KM.
Ditambahkan Ketua Forum Masyarakat Pencinta Alam Lawang Kidul (Formalaki) Celvin L Tobing didampingi Ketua Bidang PPGD dan PBK Rinto, bahwa pihaknya sangat mendukung penuh pengembangan air terjun Lemutu untuk dijadikan icon baru Kabupaten Muaraenim.
Sebab potensinya sangat besar dan ia yakin akan bisa menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan baik lokal maupun mancanegara jika dikelola dengan baik dan profesional serta didukung akses jalan dan fasilitas lainnya yang representatif.
"Puluhan air terjun sudah kami kunjungi, namun air terjun Lemutu punya keunikan dan keindahan tersendiri. Apalagi di dalam satu area berdekatan ada enam air terjun. Itu sukar dicari dan ditemui," ujar Celvin.
Karena keindahannya, lanjut Celvin, pihaknya sudah beberapa kali menjadi pemandu untuk wisatawan yang akan berkunjung ke air terjun Lemutu.
Bahkan dalam minggu ini, ia akan mengadakan kegiatan perkemahan di lokasi air terjun Lemutu yang tujuannya tidak lain untuk memperkenalkan dan mempromosikan air terjun
Lemutu ke masyarakat luas.
Berangkat Pagi-pagi, Pulang Siang
Sementara itu Camat Tanjung Agung Drs Rahmat Noviar MSi, mengakui kalau di Kecamatan Tanjung Agung, sangat kaya potensi wisata alam air terjun.
Salah satu yang cukup fenomenal yakni air terjun Lemutu. Bahkan sebelumnya ada air terjun Napal Carik di Desa Muiara Emil, namun sayang memang belum dikelola dengan maksimal sehingga pengunjung kesulitan untuk mendatangi
lokasinya.
Ke depan, kata Rahmat Noviar, kepada instansi terkait untuk bisa lebih serius dalam mengelola wisata alam tersebut sehingga bisa menambah dan menjadi alternatif tujuan obyek wisata alam andalan di Kabupaten Muaraenim.
Dengan semakin banyaknya wisatawan yang berkunjung ke lokasi tersebut, tentu akan semakin besar income PAD yang diterima daerah.
Untuk saat ini pengelolaan air terjun yang terletak di Desa Pagar Dewa ini memang masih dilakukan secara swadaya, oleh penduduk desa setempat melalui pemerintah Desa Pagar Dewa.
Dan untuk mendukung hal tersebut, pemerintah harus membuat akses jalan dan mendirikan fasilitas pendukung, baik itu lokasi parkir, kamar mandi umum, hingga tempat beristirahat dan lain-lain.
"Pesan saya, jika ingin mengunjungi air terjun Lemutu, diupayakan pagi hari dan pulang sekitar pukul 14.00-15.00, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan sebab lokasinya masih hutan lebat. Jika bisa rombongan, jangan sendiri-sendiri," tambah Rahmat.
Baca tanpa iklan