Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Pusat Bubur Madura dan Oleh-oleh Khas Ada di Pasar Atom Surabaya

Jika Anda kangen dengan rasa bubur yang juga dikenal dengan Bubur Madura, langsung saja datang ke sebelah Timur Pasar Atom.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Mohamad Yoenus
zoom-in Pusat Bubur Madura dan Oleh-oleh Khas Ada di Pasar Atom Surabaya
surya
Bubur Madura yang dijual di Pasar Atom, Surabaya. 

Laporan Wartawan Surya/Wiwit Purwanto

TRIBUNEWS.COM, SURABAYA - Bagi warga Surabaya, Bubur Madura memang sudah tidak asing lagi.

Bubur dengan aneka rasa ini sebenarnya ada di beberapa tempat di Kota Pahlawan ini.

Namun sebagian besar para penjual bubur ini banyak menjajakan dagangannya di sisi Timur Pasar Atum atau Atom Surabaya.

Maka Anda jika kangen dengan rasa bubur yang juga dikenal dengan Bubur Sum-sum ini, langsung saja datang ke sebelah Timur Pasar Atom.

Di pasar ini kapan saja Bubur Madura ini dapat kita jumpai.

Sejak siang hari sekitar pukul 10.00 para penjual Bubur Madura yang hampir seluruhnya adalah wanita, sudah berjejer di sepanjang lorong
yang memang disediakan khusus oleh Pasar Atom untuk berjualan Bubur Madura.

Rekomendasi Untuk Anda

Menggunakan kursi kecil, para buk (panggilan khas perempuan Madura) sudah bersiap di depan meja jualan.

Beragam kendi kecil berisi bubur sum-sum, bubur mutiara, bubur ketan hitam, dan bubur candil (jenang grendul) sudah tertata rapi diatas meja.

bubur madura
Bubur Madura. (Surya/Wiwit Purwanto)

Agar lebih terasa, campuran bubur manis tersebut biasanya disajikan dengan santan kental dan kicir gula jawa cair (kinca).

Rasanya jadi manis, gurih, dan jenang grendulnya legit di mulut.

“Santan ini dicampur dengan sedikit tepung beras, biar kental, kemudian ditaburkan di atas bubur,” ujar Sufiyah, 33 seorang buk yang sudah
generasi ketiga berjualan Bubur Madura di Pasar Atom.

Bubur Madura ini disajikan dalam pincuk, untuk makan memakai suruh (sendok daun pisang).

Satu porsi harganya Rp 7.000.

Dia tidak pernah menghitung berapa porsi setiap harinya, namun untuk hari libur biasanya persediaan bubur ini sering habis.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas