Taman Nasional Sembilang Sumsel, Saksi Keindahan Burung Migran
Taman Nasional Sembilang benar-benar menunjukkan panorama alam yang indah dan sejuk. Tempat singgah oleh ribuan burung migran
Editor:
Mohamad Yoenus
Mereka yang hampir seluruhnya mencari nafkah di air ini hidup kompak satu sama lain.
Keterbatasan teknologi tidak pernah mereka keluhkan selagi hasil tangkapan di sungai masih bisa mereka dapat.
Penduduk di sepanjang kawasan menuju Taman Nasional Sembilang amat ramah setiap kali mereka kedatangan tamu.
Dua jam berada di atas speed boat, tidak akan terasa dengan pemandangan indah di sekitarnya.
Jika punya waktu, kita juga bisa mampir di sebuah kawasan yang dinamakan Mangrove Trail.

Staf pengawetan Taman Nasional Sembilang, Riza Kadarisman mengamati berbagai jenis tanaman mangrove di kawasan Sungai Barong. (Sriwijaya Post/Zaini)
Di kawasan ini, pengurus Taman Nasional Sembilang yang didukung penuh oleh Pemkab Banyuasin maupun Kementerian Kehutanan membudidayakan berbagai jenis bibit tanaman mangrove.
Kawasan ini sering dijadikan tempat penelitian mahasiswa.
Bahkan, pernah sejumlah wisatawan asing datang untuk mengetahui secara langsung cara mengembangbiakan tanaman mangrove.
Di pusat kunjungan Taman Nasional Sembilang, terdapat hutan mangrove yang masih sangat rimbun.
Berbagai hewan hutan dan hewan air juga bisa dilihat di sini.
Sebab itu, pengunjung disarankan memakai jasa guide tour untuk mengelilingi kawasan yang super luas ini.
Taman Nasional Sembilang acap kali ramai dikunjungi wisatawan di saat momen akhir tahun.
Pasalnya, periode November hingga Desember, kawasan tepi perairan di Taman Nasional Sembilang dijadikan tempat singgah oleh ribuan burung migran.
Alasan inilah mengapa Ekspedisi Burung Migran digelar FKKG Sumsel di bulan November tersebut.

Sejumlah pengunjung melintas di antara ribuan burung migran yang singgah di Taman Nasional Sembilang di Banyuasin, Sumsel, Minggu (16/11/2014). (Tribun Sumsel/Abriansyah Liberto)
Saat eksepedisi digelar, ribuan burung migran tampak dari kejauhan tengah asyik berjemur di tepi sungai.
Baca tanpa iklan