Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pacu Adrenalin di Pelaruga Langkat, Lalu Nikmati Pesona Kolam Abadi

jerih payah dan capek yang dirasakan seakan hilang begitu saja ketika menyaksikan pesona indahnya Kolam Abadi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Mohamad Yoenus
zoom-in Pacu Adrenalin di Pelaruga Langkat, Lalu Nikmati Pesona Kolam Abadi
Tribun Medan/Silfa Humairah
Kolam Abadi, di Desa Galoh, Kecamatan Sei Bingei, Langkat, Sumatera Utara. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Silfa Humairah

TRIBUNNEWS.COM, LANGKAT - Anda pencinta wisata jungle tracking?

Rasanya belum lengkap jika belum ke Pelaruga (Pemandu Alam Rumah Galoh) yang berada di Desa Galoh, Kecamatan Sei Bingei, Langkat, Sumatera Utara.

Di sana terdapat berbagai objek wisata yang menjadi primadona wisatawan baik lokal maupun asing.

Misalnya Kolam Abadi, pemandian sungai yang begitu menawan.

Akses menuju tempat wisata ini cukup sukar untuk dicapai, memerlukan waktu sekitar kurang lebih 3 jam dari Kota Medan dan 30 menit tracking menuju satu lokasi ke lokasi yang lain.

Traveller akan melewati hutan yang dihuni aneka pohon nan besar dan rimbun.

Rekomendasi Untuk Anda

Ada turunan tanah liat yang harus dilewati tanpa bantuan pegangan.

Ada pula turunan yang tingkat kemiringannya cukup terjal, pengunjung hanya diberi alat bantu berupa bambu saat sudah dekat kolam.

Kolam Abadi
Akses jembatan di Kolam Abadi, Langkat, Sumut. (Tribun Medan/Silfa Humairah)

Namun jerih payah dan capek yang dirasakan seakan hilang begitu saja ketika menyaksikan pesona indahnya Kolam Abadi.

Tracking yang memacu adrenalin dan membuat jantung berdetak sedikit kencang itu, terbayar sudah saat melihat jernihnya air hingga menembus isi permukaan di tengah suasana alam bebas.

Bagi traveller pemula sebaiknya didampingi rombongan yang memang rutin melakukan perjalanan tracking.

Begitupun anda yang menderita sakit tertentu, harus mempersiapkan perlengkapan dan obat-obatan.

Karena menurut ranger, pernah ada wisatawan harus dibawa ke rumah sakit karena mengalami sesak setiba di Kolam Abadi.

R Sembiring, seorang ranger, menuturkan wisatawan yang datang memang kebanyakan rombongan komunitas backpacker, komunitas pencinta alam, dan mahasiswa.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas