Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tempat Keramat di Desa Adat Bannada, Ada Pohon Lungkang yang Bisa Berubah Warna

Di saat bulan purnama, semua daun di pohon ini akan berubah menjadi putih.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Mohamad Yoenus
zoom-in Tempat Keramat di Desa Adat Bannada, Ada Pohon Lungkang yang Bisa Berubah Warna
Tribun Manado/Finneke Wolajan
Makam Raja Porodisa, di desa Bannada, Kecamatan Gemeh, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. 

Laporan Wartawan Tribun Manado, Finneke Wolajan

TRIBUNNEWS.COM, TALAUD - Desa Bannada, Kecamatan Gemeh, Kabupaten Kepulauan Talaud menyimpan sejuta cerita tentang kerajaan Porodisa.

Awal mula terbentuknya kerajaan Talaud berasal dari kampung yang juga disebut payung utara atau payung keramat ini.

Dengan kearifan lokal yang terus terjaga hingga kini, hukum adat masih sangat mengikat pada anggota kerajaan Porodisa kini.

Masyarakat pun masih memercayai tentang hal-hal yang berbau mistik.

Bukan sekadar hikayat pembangkit semangat juang semata. Juga tidaklah cerita dongeng belaka.

Rekomendasi Untuk Anda

Akan tetapi, masyarakat mengambil hikmah atau makna terhadap nilai kearifan budaya lokal, yang diwariskan turun-temurun oleh para pendahulunya, meski mayoritas penduduk desa tertua di Talaud ini menganut kepercayaan Kristen Protestan.

Berikut tempat-tempat yang dikeramatkan warga desa Bannada, yang erat kaitannya dengan sejarah terbentuknya kerajaan Poridisa pada abad ke-10 sebelum masehi.

1. Pohon Impian (Lungkang)

Di saat bulan purnama, semua daun di pohon ini akan berubah menjadi putih.

Pohon ini pun tak lepas dari sejarah asal mula kerajaan Porodisa.

Pohon Impian
Pohon Impian atau Lungkang, di desa Bannada, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. (Tribun Manado/Finneke Wolajan)

Pohon ini menjadi tempat beristirahat manusia pertama kerajaan ini, yaitu seorang wanita cantik.

Wanita yang hidup menyendiri di kawasan hutan yang disebut laroroan-umbanga ini, bernama Winoso bergelar Woi Tajoda.

Suatu waktu sedang duduk melamun kesepian di sebuah batu yang muncul di bawah pohon ini. Ia tiba-tiba dikejutkan dengan munculnya suara:

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas