Puncak Pakuwojo: Keindahan Tersembunyi di Dataran Tinggi Dieng
Dari puncak gunung Pakuwojo pengunjung dapat menyaksikan indahnya pemandangan lembah Dieng dan gunung Sindoro.
Editor:
Malvyandie Haryadi
Pengunjung akan ditarik retribusi sebesar Rp 4.000 untuk satu orang.
Saat melakukan pendakian belum lama ini,
Tribun Jogja memilih untuk mendaki gunung Pakuwojo pada malam hari. Untuk bisa sampai puncak, track yang ditempuh tidaklah terlalu jauh.
Hanya ada satu jalur yang bisa dilewati jika mendaki gunung Pakuwojo melalui Parikesit.
Jalur tersebut adalah jalur penduduk menuju kebun mereka, dari kampung Parikesit jalur akan berupa jalan setapak yang cukup landai dan melewati kebun-kebun sayuran milik penduduk.
Jalan setapak tersebut tergolong landai dan mudah untuk dilalui.
Namun, yang harus menjadi catatan adalah minimnya petunjuk terutama sebelum jalur landai habis dan dilanjutkan dengan track menanjak yang disebut tanjakan Perawan.
Banyaknya jalur menuju kebun penduduk cukup membingungkan dan harus dengan cermat dilihat, supaya tidak tersesat.
Setelah track menanjak yang dinamai tanjakan Perawan dan track cukup panjang, maka pendaki akan sampai di bukit Prambanan atau bukit yang berada di bawah puncak Gunung Pakuwojo.
Di bukit tersebut, Tribun Jogja memutuskan untuk membangun tenda.
Dari bukit tersebut terlihat dengan jelas puncak Pakuwojo yang berdiri gagah.
Untuk bisa mencapai puncak, pendaki harus melalui satu track menanjak yang cukup menantang.
Tanjakan terakhir sebelum sampai ke puncak tersebut bernama tanjakan Penyesalan.
Tanjakan ini cukup menantang, karena kemiringan yang terjal dan berada di antara dua jurang.
Di sisi kiri adalah jurang yang langsung ke lembah Dieng sedangkan di sisi kanan terdapat jurang yang dibawahnya terdapat kawah Silawak yang mengeluarkan bau belerang yang cukup kuat.
Baca tanpa iklan