Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ini Alasan, Mengapa Wisatawan Hanya Numpang Lewat di Kota Semarang

Potensi pariwisata di Jawa Tengah dinilai sangat menjanjikan, namun belum ada langkah yang tepat memaksimalkan potensi yang ada.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Ini Alasan, Mengapa Wisatawan Hanya Numpang Lewat di Kota Semarang
Tribun Jateng/M Syofri Kurniawan
Gereja Blenduk di malam hari. 

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Potensi pariwisata di Jawa Tengah dinilai sangat menjanjikan, namun belum ada langkah yang tepat memaksimalkan potensi yang ada.

Kota Semarang misalnya, hanya dilewati sebagai jalur wisata semata. Demikian hasil pengamatan dari Kantor Bank Indonesia Perwakilan Jawa Tengah.

LAWANG
Lawangsewu, Kota Semarang. (Tribun Jateng)
 

Menurut Deputi Kepala Perwakilan BI Jateng, Ananda Pulungan di Semarang, Selasa (26/1/2016), industri pariwisata di Jawa Tengah harus bisa digalakkan.

Wisatawan lebih memilih Borobudur (Magelang), Yogyakarta dan Solo sebagai pilihan destinasi wisata.

Masa tinggal di kedua wilayah tersebut juga relatif tinggi, sehingga aktivitas perekonomian cenderung tinggi.

“Jateng (Kota Semarang) itu wisatanya hanya dilewati saja. Mereka (wisatawan) sampainya ke Jogja. Semarang perlu memikirkan masa inap yang perlu ditambah, sehingga tidak hanya jadi tempat lewat,” kata Pulungan.

Menurut dia, sebuah kota yang ingin mengunggulkan wisata harus memikirkan segenap infrastruktur pendukung. Kebutuhan hotel berkelas perlu ditambah.

Rekomendasi Untuk Anda

“Destinasi wisata perlu ditambah, dikembangkan. Kota Lama yang begitu bagusnya belum dimaksimalkan. Sebenarnya potensi besarnya ada, tapi belum tahu cara pengembangannya,” katanya.

Selain pengembangan tersebut, Pulungan berharap agar pintu masuk wisatawan ke Jateng dibenahi.

Mulai dari bandara maupun pelabuhan, maupun stasiun.

“Jika seperti ini terus, perkembangan akan gini-gini saja. Pertumbuhan industri harus disokong dari sektor wisata. Kuliner juga harus digalakkan,” tambah Pulungan.

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas