Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bingke, Kue Asli Pontianak yang Digemari Orang Yogya, Rasanya Lembut, Gurih dan Manis

Setiap Tomi menggelar dagangannya mulai dari jam 15.00 langsung diserbu pembeli.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Bingke, Kue Asli Pontianak yang Digemari Orang Yogya, Rasanya Lembut, Gurih dan Manis
Tribun Jogja/Hamim Thohari
Kue bingke khas Pontianak. 

Laporan Wartawan Tribun Jogja, Hamim Thohari

TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA - Ditinggali oleh orang-orang dari beragam daerah dengan budaya yang beragam pula, menjadikan Yogyakarta kaya akan keragaman tak terkecuali kulinernya.

Akan dengan mudah menemukan makanan khas dari sejumlah daerah di Yogyakarta, mulai dari jajanan, minuman, hingga makanan berat.

kue bingke
Kue bingke. (Tribun Jogja/Hamim)

Seperti di pertigaan Purwokinanti, jalan Sultan Agung Yogyakarta, Kelurahan Purwokinanti, Kecamatan Pakualaman, Yogyakarta atau selatan bekas Bioskop Permata, terdapat penjaja makanan khas Pontianak yang sangat jarang ada di Yogyakarta.

Dengan menggunakan gerobak sederhana, setiap harinya seorang pria asli Pontianak bernama Syarif Ratommy Rinaldo Al Qadri atau yang biasa disapa Tomi menjajakan panganan bernama Bingke Pontianak.

Di balik tempat berjualan yang sederhana, rasa panganan yang satu ini sangat istimewa.

Maka tak heran, setiap Tomi menggelar dagangannya mulai dari jam 15.00 langsung diserbu pembeli.

Rekomendasi Untuk Anda

Bahkan banyak dari pelanggannya telah memesan Bingke Pontianak sejak pagi hari.

Bingke Pontianak adalah panganan khas dari Ibu Kota Provinsi Kalimantan Barat tersebut.

Sekilas tampilannya menyerupai kue lumpur.

bingke
Antrean pembeli bingke. (Tribun Jogja/Hamim)

Diungkapkan Tomi, untuk membuat kue ini bahan utama yang digunakan adalah tepung terigu, telur, dan santan.

Adonan yang dibuat tidak terlalu kental tersebut kemudian dipanggang menggunakan loyang berbentuk bunga.

Cara memanggang kue ini cukup unik, setelah adonan dituang ke dalam loyang kemudian diletakan di atas penggangan yang penuh dengan arang yang membara.

Tidak terlalu lama, mungkin tidak lebih dari dua menit loyang tersebut dipanggang di atas bara api.

Yang cukup lama adalah memanggang adonan di bawah bara api, yakni sekitar 10 menit.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas