Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mencicipi Kudapan Khas Bali di Warung Men Runtu, Denpasar, Nikmat dan Murah

Mencari masakan lokal Bali dengan rasa yang menggugah selera bisa berkunjung ke Warung Men Runtu, ini alasannya!

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Mencicipi Kudapan Khas Bali di Warung Men Runtu, Denpasar, Nikmat dan Murah
Tribun Bali/Ayu Dessy
Mencicipi kuliner lokal di Warung Men Runtu, Denpasar, Bali. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ayu Dessy Wulansari

TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR - Mencari masakan lokal dengan rasa yang menggugah selera bisa berkunjung ke Warung Men Runtu.

Lokasinya berada di Jalan Sekuta No 32C, Sanur, Denpasar, Bali.

Warung yang dibuka sejak 1 Juni 2015 menjadi tujuan bagi warga yang suka menikmati masakan lokal khas Bali.

Warung Men Runtu memiliki suasana seperti warung kebanyakan.

Sederhana dan tanpa banyak dekorasi yang menghiasi ruangan.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun warung ini menyuguhkan hidangan yang selalu dicari oleh orang-orang karena rasanya yang nikmat.

“Makanan Bali itu nggak ada bosannya. Setiap harinya pasti selalu ada saja pengunjung. Selain itu gampang untuk membuat makanan juga lebih gampang dicari,” ujar pemilik Warung Men Runtu, Ida Ayu Kade Wisakha Dewi kepada Tribun Bali beberapa waktu lalu.


Rujak bulung boni. (Tribun Bali/Ayu Dessy)

Di warung yang buka dari pukul 12.00-19.00 Wita, pengunjung bisa menikmati aneka kudapan Bali yang benar-benar khas dan jarang ditemukan di daerah luar Bali.

Rujak kuah pindang, bulung boni, tipat plecing, merupakan sebagian hidangan yang disajikan di Warung Men Runtu.

Membahas rujak kuah pindang, bisa dikatakan rujak ini memang sangat unik dan amat populer bagi warga Bali.

Rujak dari perpaduan kaldu ikan dan buah segar ini mampu membuat orang-orang menahan ludah.

Belum lagi aroma dari terasi bakar dengan tambahan gula dan cabai sungguh terasa menggoda.

“Kuah pindangnya saya dapat dari langganan dan dia yang membuatnya. Karena kalau bikin kuah pindang itu memerlukan banyak ikan. Saya pernah bikin pakai dua kilo ikan tapi tetap tidak terasa. Jadi saya pesan dari langganan dan rasanya cocok,” kata wanita yang disapa Gek Sakha itu.


Tribun Bali/Ayu Dessy
Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas