Mengintip Pembuatan Wine Terbesar di Asia Tenggara
Anggur dipanen satu tahun sekali pada akhir Januari hingga pertengahan Maret. Wisawatan bisa turut memanen anggur-anggur pada waktu-waktu tersebut.
Editor:
Malvyandie Haryadi
TRIBUNNEWS.COM - Thailand tempat pembuatan wine (winery) terbesar di Asia Tenggara. PB Valley Khao Yai Winery, begitu nama winery yang didirikan pada 1989 oleh Piya Bhirombhakdi. PB Valley menempati lahan seluas 400 hektar.
Tak hanya tempat pembuatan anggur, PB Valley juga menjadi salah satu destinasi wisata di timur laut Thailand. KompasTravel berkesempatan mengunjungi PB Valley pada Selasa (6/12/2016) bersama rombongan dari Tourism Authority Thailand (TAT).
Lokasinya berada di Jalan Mittraphap, Phaya Yen, Distrik Pak Chong, Provinsi Nakhon Ratchasima.
Menggunakan tractor train, kami berkeliling perkebunan anggur. Manajer Pengembangan Bisnis PB Valley, Heribert Gaksch, mengatakan bahwa perkebunan anggur harus ditutupi jaring agar tidak dimakan burung.
Selain itu, perkebunan tersebut juga harus selalu dalam keadaan kering.
"Ini dilindungi oleh plastik untuk menghindari hujan, jika tidak, tanaman akan mati. Ini harus kering," ujar Heribert yang menemani KompasTravel.
Anggur dipanen satu tahun sekali pada akhir Januari hingga pertengahan Maret. Wisawatan bisa turut memanen anggur-anggur pada waktu-waktu tersebut.
"Sangat mungkin mengundang tamu tanpa biaya tambahan untuk memanen pada satu hari dengan harvest fun. Misalnya ada 10 orang, setiap orang diberi keranjang. Bisa memanen dua kilogram anggur, semacam itu," kata Heribert.
Setelah puas melihat perkebunan anggur, kami diajak untuk melihat alat-alat yang digunakan untuk membuat wine.
Heribert juga menjelaskan proses pembuatan wine mulai dari pemilihan anggur, masuk ke press machine, fermentasi, blending, stabilisasi, filtrasi, pembotolan, hingga pengepakan.
Hanya anggur dengan kualitas baik yang akan digunakan untuk membuat wine dengan cita rasa yang enak. Sementara itu, anggur yang tidak berkualitas akan dibuang.
Pembuatan anggur membutuhkan waktu dan menggunakan banyak alat. Salah satunya adalah tangki-tangki besar dari kayu dan stainless.
Selain mendapat penjelasan tentang pembuatan anggur, kami juga dapat menikmati red wine, white wine, hingga grape juice yang telah diolah di tempat tersebut. Grape juice dari PB Valley memiliki rasa yang nikmat dan menyegarkan.
Selain di Thailand, wine dari PB Valley juga dijual ke berbagai negara. Namun tidak di Eropa.
"Pasar Eropa hampir tidak mungkin, pilihan mereka begitu tinggi," ucap Heribert.
Baca tanpa iklan