Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Museum Sasmitaloka, Tempat yang Menjadi Saksi Tragedi Subuh Berdarah

Setahun setelah peristiwa berdarah itu, tempat yang menjadi saksi pilu peristiwa kelam ini resmi dijadikan museum dengan nama Museum Sasmitaloka.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Museum Sasmitaloka, Tempat yang Menjadi Saksi Tragedi Subuh Berdarah
Sumber gambar: Edi Dimyati/Angkasa
Lukisan `Subuh yang Berdarah’ di ruang tamu. Dilukis oleh B.P. Omar tahun 1967 menggambarkan detik-detik saat Pak Yani berkelahi dengan pasukan Tjakrabirawa. 

Tepat di sebelah ruang inilah Ahmad Yani menghembuskan nafas terakhirnya. Bagian dapur adalah lokasi dimana Ahmad Yani diseret anggota PKI dengan darah mengucur dari tubuhnya.

Masa revolusi

Museum ini tak lain sebuah bentuk penghargaan terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia. 

Bangunan Museum Sasmitaloka A. Yani bergaya arsitektur Indische, dibangun sekitar tahun 1930 pada saat pengembangan wilayah Menteng, Jakarta Pusat.

Museum ini semula adalah rumah tinggal pejabat maskapai swasta Belanda/Eropa. Pada tahun 1950-an dikelola oleh Dinas Perumahan Tentara dan kemudian dihuni oleh Letjen Yani.

Bangunan tua bersejarah ini menyimpan perjalanan bernilai dan membangkitkan pengalaman menarik.

Menjadi lebih menarik lantaran bangunan asli peninggalan Belanda ini berdiri kokoh di antara bangunan modern lain di sekililingnya milik para pejabat.

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Angkasa
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas