Mengamati Bidadari Halmahera, Burung Ikonik Maluku Utara yang Hampir Punah
Burung Bidadari Halmahera yang merupakan salah satu pesona ikonik Maluku Utara. Burung ini satu keluarga dengan Cendrawasih.
Editor:
Y Gustaman
Tim menyusuri berbagai perkebunan dengan cara berjalan kaki, menyeberang sungai Tayawi sebanyak tiga kali untuk mencapai lokasi tersebut.
Setelah menempuh berbagai trek dan rintangan, hingga bertemu Suku Tobelo Dalam atau Suku Togutil di dalam kawasan hutan tersebut, tim tiba di lokasi pengamatan sekira pukul 06.00 WIT.
"Jangan menggunakan lampu blitz jika ingin memotret. Takutnya burung nanti pindah ke lokasi lainnya. Apalagi ini kan sudah mulai langka," pesan David yang sebelumnya sudah mengimbau tim menggunakan kostum gelap.
David mengatakan, burung tersebut hanya dua kali dalam sehari untuk menampakkan diri. Pertama, burung akan menampakkan diri pada pukul 05.00 WIT hingga pukul 08.00 WIT. Di sore hari burung akan menampakkan pada pukul 17.00 WIT hingga 18.00 WIT.
Di lokasi ini terdapat rumah pohon yang sengaja dibangun untuk keperluan pengamatan. Rumah pohon tersebut berada di ketinggian sekitar 8 meter tepat di Pohon Badenga.
Pohon ini memiliki tangga yang terbuat dari sususnan kayu yang diikat dengan menggunakan tali.
"Burung biasanya bermainnya di Pohon Hiru di ketibggian 15 meter. Jarang sekali ke bawah. Makanya dibuat rumah pohon untuk mengamati tingkah laku dan keunikannya," kata David.
Tak berapa lama, Burung Bidadari Halmahera menampakkan diri di Pohon Hiru. Tim yang memiliki kamera digital dengan lensa telelah bergegas mengabadikan burung tersebut.