Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Pedagang Hanya Jual Matryoshka Ahok tapi Tidak Ada Matryoshka Anies

Pria asal Kazakhstan itu kemudian bilang dia punya matryoshka Ahok, namun tidak punya matryoshka Anies Baswedan.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Deodatus Pradipto
Editor: Fajar Anjungroso
zoom-in Pedagang Hanya Jual Matryoshka Ahok tapi Tidak Ada Matryoshka Anies
TRIBUNNEWS.COM/DEO
Matryoshka Ahok di Moskow 

Laporan wartawan Tribun Deodatus Pradipto dari Moskow

TRIBUNNEWS.COM, MOSKOW - Boneka matryoshka adalah satu ikon Rusia. Boneka yang terbuat dari kayu ini memiliki beragam ukuran dan motif.

Satu di antaranya adalah matryoshka bergambar Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok, mantan gubernur DKI Jakarta.

Matryoshka bergambar Ahok saya temukan di Pasar Izmailovo, Moskow, Senin (16/7).

Mencari matryoshka Ahok agak sulit karena sejauh penelusuran di pasar ini hanya satu penjual yang menjual matryoshka Ahok.

Matryoshka Ahok ini tidak dipajang oleh Aziz, pedagang matryoshka.

Matryoshka yang dia pajang adalah matryoshka bergambar Presiden Joko Widodo yang di dalamnya terdapat matryoshka lain bergambar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Megawati Sukarnoputri, Presiden Abdurrahman Wahid, Presiden B.J. Habibie, Presiden Soeharto, dan Presiden Sukarno.

Rekomendasi Untuk Anda

Aziz buka harga di 2500 rubel, setara Rp 578 ribu, untuk matryoshka presiden-presiden Republik Indonesia ini.

"Kamu suka Anies? Kamu suka Ahok?" Begitu pertanyaan Aziz kepada saya saat dia mengetahui negara asal dan domisili saya.

Baca: Kuasa Hukum Minta Pencoblosan Ulang di Halmahera Utara

Pria asal Kazakhstan itu kemudian bilang dia punya matryoshka Ahok, namun tidak punya matryoshka Anies Baswedan.

"Harganya 1500 rubel (setara Rp 346 ribu, red), tapi saya tidak bisa jual. Saya hanya punya empat dan ini sudah dipesan orang," tutur Aziz.

Saya bertanya kepada Aziz apa yang dia tahu soal Ahok.

Aziz bilang, "Dia melakukan kesalahan karena berbicara soal Alquran. Itu tidak boleh, apalagi di negara yang mayoritas penduduknya muslim. Namun demikian, saya tahu dia membuat banyak karya bagus di Jakarta."

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas