Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Kuliner Bukan Sekedar Bicara Makanan dan Masakan

Startup Food Tech yang membantu dalam pemilihan kuliner yang menjadi banyak pembicaraan maupun sebagai Social Proof sebelum pelanggan mencobanya

Kuliner Bukan Sekedar Bicara Makanan dan Masakan
Ist
William Wongso (paling kiri) saat jadi pembicara diskusi bertajuk Perkembangan Kuliner di Era Digitalisasi saat peluncuran buku Tuti Soenardi: 48 Tahun Mengabdi Dan Berkarya Di Dunia Gizi Dan Kuliner akhir pekan lalu. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -Jaman sekarang ini, kuliner bukan lagi sekedar bicara makanan dan masakan.

Era digitalisasi turut berdampak pada perluasan makna kuliner dari masak memasak dan menikmati makanan, menjadi kata yang erat kaitannya dengan bisnis, trend, gaya hidup hingga kreativitas dan inovasi yang mengagumkan dalam mengolah dan menyajikan.

"Sekarang saat ingin makan sesuatu, dia bisa gunakan aplikasi untuk memesan makanan," kata  William Wongso saat diskusi bertajuk Perkembangan Kuliner di Era Digitalisasi saat peluncuran buku Tuti Soenardi: 48 Tahun Mengabdi Dan Berkarya Di Dunia Gizi Dan Kuliner akhir pekan lalu.

Menurutnya, startup food tech bagi pebisnis kuliner merupakan peluang untuk memasarkan dan mempermudah pelanggan untuk mendapatkan makanan.

Sebagai bisnis “service delivery”, sejumlah Food Tech Startup memberikan jasa untuk melakukan booking pada beberapa restaurant yang dituju.

Kuliner telah hadir dalam bentuk Startup Food Tech yang membantu dalam pemilihan kuliner yang menjadi banyak pembicaraan maupun  sebagai Social Proof sebelum pelanggan mencobanya.

Baca: 5 Kuliner Malam Unik dan Melegenda di Aceh, Yuk Coba!

Berkaitan peluncuran 3 buku Ibu Tuti Soenardi, Wendi Winduwasono, putra dari Almh. Tuti Soenardi mengatakan,  ke 3 buku yang diluncurkan merupakan karya terakhir Tuti Soenardi yang ditulisnya bersama dengan pakar Gizi dan Kuliner lainnya.  Ketiga buku tersebut adalah Tuti Soenardi: 48 Tahun Mengabdi Dan Berkarya Di Dunia Gizi Dan Kuliner, Selayang Pandang Kuliner Indonesia: Peran Media Cetak & Lembaga Kuliner dan Menu Pencegah & Atasi Stroke (90 Resep Masakan).

Sebelumnya, ketiga buku tersebut sudah diluncurkan pada 2010 yang lalu, namun cetakan kedua buku kuliner ini telah direvisi dan akan menginspirasi serta memberi banyak manfaat untuk pembaca, para pemerhati dan pencinta dunia gizi dan kuliner.

Tuti Soenardi dikenal sebagai ahli gizi dan kuliner Indonesia yang telah berkiprah selama 40 tahun lamanya. Tak hanya  soal seni kuliner, Tuti juga mengutamakan unsur gizi dalam setiap sajiannya.

Ia tahu betul investasi besar seorang anak bersumber dari asupan gizi yang dikonsumsinya. Tuti Soenardi membagi ilmunya melalui kursus-kursus, seminar-seminar, serta puluhan judul buku yang sudah ditulisnya.

"Melalui berbagai buku yang ditulisnya, ibu mengisahkan sejarah kelahiran kuliner Indonesia, serta tokoh-tokoh yang banyak berperan serta," katanya.

Tak hanya itu, ia selalu melengkapi dengan ragam resep kuliner khas Indonesia, dengan bahan pangan yang mudah didapatkan dan harga yang terjangkau.

Buku ini memuat catatan bagaimana kuliner Indonesia dirintis setapak demi setapak, mulai dari tahun 1970-an sampai munculnya era digital, hingga memberi fondasi bagi perkembangan kuliner sekarang.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas