Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Museu de Macau Dulunya adalah Benteng Pertahanan dari Serangan Musuh

Museum ini dulu adalah benteng pertahanan dari serangan musuh, di lantai atasnya berisikan belasan meriam yang menghadap ke laut

Museu de Macau Dulunya adalah Benteng Pertahanan dari Serangan Musuh
Johnson Simanjuntak/Tribunnews.com
Museu de Macau 

TRIBUNNEWS.COM, MACAU - Jalan-jalan ke Macao sebaiknya yang pertama di kunjungi adalah Museu de Macau. Museum Macao ini sarat dengan peninggalan sejarah peradaban Macao sebelum menjadi daerah administratif khusus China (Tiongkok) sejak 1999.

Museum ini terletak di tengah-tengah kota atau di Monte Fort yang menjadi pusat obyek wisata favorit Macao dan merupakan peninggalan misionaris Yesuit yang saat ini datang untuk menyebarkan agama Katolik.

Dulunya tempat ini adalah kediaman Gubernur jenderal Portugis yang memerintah di sana sebelum akhirnya menjadi kota administratif khusus dari China.

ornamen manusia Macau zaman dahulu
Ornamen manusia Macao zaman dahulu (Johnson Simanjuntak/Tribunnews.com)

Menurut pemandu wisata, Mr Alan Macau, biasa dipanggil Koh Alan, Macao bisa disebut kota benteng karena ada 7 gunung dan 7 benteng yang berisikan meriam untuk mengusir penjajah yang ingin menguasai Macao.

"Museum ini dulu adalah benteng pertahanan dari serangan musuh, di lantai atasnya berisikan belasan meriam yang menghadap ke laut," katanya.

ornamen kehidupan nelayan Macau
Ornamen kehidupan nelayan Macao (Johnson Simanjuntak/Tribunnews.com)

Konon, dari sinilah awal mulanya ada meriam di produksi untuk negara Tiongkok dan menjadi pusat pertama pembuat petasan/mesiu untuk 'bahan bakar' meriam, serta membuat hio.

Museu de Macau berukuran 100X100 meter ini berisikan peradaban masyarakat Macao yang berisikan benda-benda sejarah dan budaya yang menunjukkan cara hidupnya, mulai dari hidup sebagai nelayan hingga aktifitas perdagangan.

meriam di dalam benteng yang menghadap ke laut
Meriam di dalam benteng yang menghadap ke laut (Johnson Simanjuntak/Tribunnews.com)

Di museum tiga lantai ini kita juga bisa melihat bagaimana budaya Eropa dan China dipadukan, serta sejarah masuknya agama Katolik di Macao.

Sehingga tidak heran Macao adalah pusat gereja Katolik karena di sinilah tempat pendidikan para calon-calon imam Katolik di tempa.

ornamen masuknya agama Katolik di Macau
Ornamen masuknya agama Katolik di Macao (Johnson Simanjuntak/Tribunnews.com)

Museum ini buka mulai pagi hingga sore hari dengan biaya 5 $MOP bahkan kadang-kadang digratiskan.

Anggoro Putranto, PR&Communication Manager dari MGTO mengatakan, Jika berlibur ke Macao, sempatkan melihat koleksi seni dan sejarah di Macao Museum. Semua tentang sejarah, budaya dan kesenian Macao bisa kita telisik di sini. (Bersambung)

Baca: Yuk, Jalan-jalan ke Macao

Tempat tidur raja-raja yang tidak boleh terlalu besar karena akan mempengaruhi feng shui, sehingga ukurannya hanya sekitar 2X1,5M
Tempat tidur raja-raja yang tidak boleh terlalu besar karena akan mempengaruhi feng shui, sehingga ukurannya hanya sekitar 2X1,5M (Johnson Simanjuntak/Tribunnews.com)

Penulis: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas