Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Membangkitkan Kembali Ramuan Leluhur Melalui Tea Inspiration for the 21st Century

Tahun ini, beberapa tim dari 3 benua berhasil mendapatkan kesempatan untuk mengambil bagian dalam pertandingan global di ajang ini

Membangkitkan Kembali Ramuan Leluhur Melalui Tea Inspiration for the 21st Century
ISTIMEWA
CEO Dilmah Tea, Dilhan C Fernando 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dihargai lebih dari 5 milenium, teh merupakan ramuan unik yang dikenal berkat aroma, rasa, tekstur, dan manfaat alaminya.

Dalam minuman yang daunnya dipetik sendiri ini, karakter masing-masing dari teh asli dipengaruhi oleh alam dan cara pembuatannya.

Dalam 30 tahun terakhir, Dilmah menjadi pelopor dalam menciptakan beragam konsep bagi para peminum teh untuk menikmati teh dengan cara yang tak pernah terbayangkan sebelumnya!

Tea Inspiration for the 21st Century adalah konsep revolusioner terbaru dari Dilmah untuk membangkitkan kembali ramuan para leluhur yang saat ini terungkap sebagai bahan luar biasa dan mampu menginspirasi di bidang hospitality, gastronomi, dan seni mixology di seluruh dunia.

"Tahun ini, beberapa tim dari 3 benua berhasil mendapatkan kesempatan untuk mengambil bagian dalam pertandingan global di ajang Tea Inspiration for the 21st Century," kata CEO Dilmah Tea, Dilhan C Fernando di Jakarta, Senin (19/8/2019).

Tea inspiration for the 21st century adalah tentang bagaimana proses menikmati ramuan luar biasa ini di pagi, siang, maupun sore hari.

"Sebuah kesempatan digali dan diberikan khususnya bagi  para profesional di bidang hospitality karena Dilmah mampu menampilkan dimensi baru untuk mendapatkan inspirasi teh dalam berbagai kesempatan dan waktu," katanya.

Dengan memperkenalkan teh sebagai ramuan yang dapat disajikan melalui tujuh  dimensi yakni budaya, personal, kuliner, mixology, sustainability, teh dan Harmoni.

"Bagaimana seseorang mampu berencana untuk mengimplementasikan, hal ini juga melahirkan kesempatan baru untuk mengubah cara orang lain dalam menikmati secangkir teh," kata.

Dimensi Kuliner membutuhkan teknik dan bahan-bahan berkualitas untuk menghasilkan seluruh aspek rasa dari sebuah makanan, sedangkan Dimensi Mixology membutuhkan semangat dan kombinasi terbaik.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Eko Sutriyanto
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas