Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Zero Real Estate Tawaran Sensasi Menginap Tanpa Dinding, Atap, dan Pintu

Jika para tamu menginginkan informasi tentang jalur hiking terbaik atau restoran lokal, sekali lagi, ada kepala pelayan untuk membantu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Content Writer
zoom-in Zero Real Estate Tawaran Sensasi Menginap Tanpa Dinding, Atap, dan Pintu
zerorealestate.ch
Kamar di Zero Real Estate 

TRIBUNEWS.COM – Banyak orang mengakui, ketika beristirahat di sebuah hotel, mereka mendapatkan pengalaman yang berbeda-beda. 

Pasalnya, pengelola mengkonsep hotelnya dengan sedemikian rupa agar para tamu lebih nyaman saat beristirahat.

Namun sebuah hotel di Swiss, Zero Real Estate membuat konsep penginapan yang berbeda dengan menghadirkan kamar yang tidak memiliki dinding, atap, dan pintu.

Dilasir dari insider.com, Zero Real Estate adalah suite hotel yang didirikan oleh Daniel Charbonnier bekerja sama dengan seniman konseptual Frank dan Patrik Riklin.

Idenya adalah melucuti konsep tradisional hotel dan fokus pada pengalaman, kata Charbonnier.

Zero Real Estate adalah suite hotel yang didirikan oleh Daniel Charbonnier bekerja sama dengan seniman konseptual Frank dan Patrik Riklin.

Idenya adalah melucuti konsep tradisional hotel dan fokus pada pengalaman, kata Charbonnier.

Rekomendasi Untuk Anda

Idenya berasal dari instalasi seni pop-up yang disebut Null Stern (Zero Stars).

Pada 2009, Frank dan Patrik membangun instalasi seni di bunker nuklir bawah tanah.

Charbonnier melihat ide itu dan mengenalinya sebagai pengalaman yang banyak dicari orang.

"Bagi saya, konsep itu berbicara kepada saya sebagai profesional hotel," kata Charbonnier. "Saya merasakan sistem nilai untuk tamu bergeser dari aspek berwujud menjadi pengalaman dan aspek tak berwujud."

Ketiganya membangun sebuah hotel di bunker nuklir bawah tanah, dengan 14 tempat tidur yang harganya sekira USD 25 setara Rp 344 ribu per malam.

Charbonnier menyebut jika para tamu tidak keberatan dengan harga yang ditawarkan dan ingin membayar lebih untuk pengalaman itu.

Charbonnier telah bekerja di industri perhotelan selama bertahun-tahun.

"Dulu saya memberi tamu emas, kristal, dan marmer dan masih sulit mendapatkan uang dari mereka," Charbonnier.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas