Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Sandiaga Uno: Bandara Ngurah Rai Kini Bersiap Sambut Wisatawan Asing

Bandara Internasional Ngurah Rai terus berbenah demi menyambut rencana pembukaan bandara untuk arus kunjungan wisatawan asing ke Bali.

Sandiaga Uno: Bandara Ngurah Rai Kini Bersiap Sambut Wisatawan Asing
Dok. Kemenparekraf
Menparekraf Sandiaga Uno di Bandara Ngurah Rai, Bali. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, BALI - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, Bandara Internasional Ngurah Rai terus berbenah demi menyambut rencana pembukaan bandara untuk arus kunjungan wisatawan asing ke Bali.

"Kesiapan bandara sudah meningkat kunjungan dari domestik di level 5.000. Kita harus persiapkan ini memulai simulasi dengan beberapa program charter atau penerbangan khusus sehingga teman-teman secara keseluruhan akan siap karena tidak hanya AP I," katanya dalam Hybrid Weekly Press Brief, Senin (22/3/2021).

Dia menekankan beberapa instansi di bandara seperti Imigrasi, Bea Cukai, Kekarantinaan, Kesehatan Penerbangan, Kemenhub, TNI/Polri semuanya juga terlibat dan harus persiapan.

"Saya yakin AP I memberikan sinyal yang sangat clear tegas," tukas Menparekraf Sandiaga.

Baca juga: Sandiaga Uno Gunakan Aplikasi Telusur, Lacak Wisatawan Selama Berada di Bali

Menurut Menparekraf, hal yang harus dipastikan adalah program vaksinasi di Provinsi Bali berjalan optimal mencapai 2 juta atau lebih sebelum Juni-Juli.

Baca juga: 5.000 Frontliner Bandara I Gusti Ngurah Rai Divaksinasi Pekan Ini

Dia juga meminta kepada restoran atau kafe di Bali yang masih belum melakukan protokol kesehatan agar patuh mendukung rencana pembukaan wisatawan asing.

"Saya tahu ada beberapa tempat di Bali yang belum menjalankan prokes. Bukan hanya pengunjung tidak pakai masker tetapi hape pengunjung juga ditutupi oleh sticker supaya tidak viral," ucap Menparekraf.

Sebelumnya Pemerintah Provinsi Bali telah menentukan pilot project di tiga kawasan yang ditetapkan sebagai zona hijau, yakni Ubud di Kabupaten Gianyar, Sanur di Kota Denpasar, dan ITDC Nusa Dua di Kabupaten Badung. 

Penetapan zona tersebut dimaksudkan untuk membentuk zona berpola hidup sehat dan menerapkan standar protokol kesehatan di masa pandemi COVID-19 secara ketat dengan kebijakan vaksinasi menyeluruh terhadap orang yang tinggal dan beraktivitas di wilayah tersebut. 

Hal itu sekaligus merupakan prakondisi dari tahapan-tahapan yang nantinya akan ditempuh untuk kembali membuka sektor pariwisata apabila situasi pandemi telah terkendali.

"Kami membahas dengan Bu Menlu dan perwakilan kementerian/lembaga, semua sudah memberikan masukan dan kita sudah mencapai kesepakatan bahwa kita memulai proses finalisasi persiapan kita dalam konsep travel corridor arrangement,” ucap Sandiaga.

Ikuti kami di
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas