Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Kisah Uus, Mantan Chef Hotel Jualan Surabi, Dagangannya Kini Sepi karena Pandemi

Surabi buatan Uus yang mantan juru masak hotel lebih dikenal warga dengan sebutan surabi Mang Odoy.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Kisah Uus, Mantan Chef Hotel Jualan Surabi, Dagangannya Kini Sepi karena Pandemi
Tribun Lampung/Heru Prasetyo
Iustrasi - Penjual surabi. 

TRIBUNNEWS.COM, KUNINGAN - Mantan juru masak di sebuah Hotel kawasan Kota Bandung, Uus warga Desa / Kecamatan Cilimus, Kuningan Jawa Barat, kini banting stir dan memillih sebagai penjual panganan khas daerah surabi.

Saat ditemui disela waktu dagang di pinggir Jalan Lingkar Timur Kuningan, Uus mengatakan lebih nyaman hidup di kampung halaman.

Terlebih dalam aktivitas kesehariannya itu memiliki usaha tetap sebagai pedagang surabi.

"Kalau dagang surabi sudah sangat lama. Ya pas keluar kerja sebagai tukang masak di hotel daerah Bandung saja," kata Uus dalam perbincangannya, Jum'at (30/7/2021).

Surabi buatan Uus lebih dikenal warga dengan sebutan surabi Mang Odoy.

"Iya nama itu saya mempel sejak gabung dan bekerja sebagai juru masak di hotel.

Baca juga: Pelesiran ke Bandung, Jangan Lupa Nikmati Asyiknya Keliling Kota Naik Bandros

Jadi hingga sekarang dibawa terus dalam usaha jualan surabi seperti sekarang," katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Memilih usaha kuliner khas daerah, Mang Odoy mengemukakan semata demi memenuhi kebutuhan hidup dan untuk bahan serta pasar kuliner di Kuningan untuk panganan khas ini cepat dan banyak diburu konsumen.

Baca juga: Amazzone World Jadi Destinasi Baru untuk Pelesiran Keluarga di Bekasi

"Iya, meski semua tahu dan bisa bikin surabi. Tapi saya tetap pilih jualan surabi dengan resep pribadi dan varian dalam membuat surabi tentu berbagai macam. Varian surabi bergam itu mengikuti jaman dan keinginan banyak konsumen," katanya.

Mengenai varian surabi, kata Mang Odoy menjelaskan tergantung pada pesanan.

Sebab menu varian surabi itu ada yang dicampur dengan telur, oreg tempe, ampas kecap dan menu lainnya.

Baca juga: Liburan di Tengah Pandemi Bersama Keluarga, Darius Sinathrya Beberkan Alasannya

"Kebetulan untuk varian kita sediakan yang pasti itu ada telur, oreg tempe, ampas kecap dan lainnya. Saya bikin untuk menu sebanarnya bagaimana pesanan saja. Dan untuk harga itu mulai dari Rp 2 ribu hingga Rp 5 ribu," kata Mang Odoy yang memiliki tiga anak ini.

Untuk jualan surabi, kata Mang Odoy, biasa berdagang pada waktu pagi dan sore hingga malam nanti.

"Dagang surabi waktu pagi itu dilakukan dirumah dan kalau sore hingga malam, ya pinggir jalan baru ini," katanya.

Menyinggung masa PPKM Darurat, Mang Odoy mengaku sangat prihatin dengan usahanya sebagai tukang surabi. Pasalnya, omset usaha mengalami penurunan sangat drastis.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas