Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Ada Purwaceng dan Ruwatan Rambut Gimbal, Dieng Culture Festival Hasilkan Perputaran Uang Rp 90 M

Wisata Dieng Kulon di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, kini sedang hype karena menyajikan banyak destinasi. 

Ada Purwaceng dan Ruwatan Rambut Gimbal, Dieng Culture Festival Hasilkan Perputaran Uang Rp 90 M
TRIBUNNEWS.COM/SRI JULIATI
Pemandangan di kompleks Candi Arjuna, Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (20/10/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wisata Dieng Kulon di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, kini sedang hype karena menyajikan banyak destinasi. 

Di antaranya, tradisi ruwatan Rambut Gimbal yang kemudian dikemas oleh Pokdarwis setempat menjadi agenda tahunan bertajuk "Dieng Culture Festival". 

Dieng juga dikenal dengan berbagai produk ekonomi kreatifnya mulai dari kuliner seperti Mi Ongklok, Carica, Keripik Kentang, Keripik Jamur, serta minuman Purwaceng.

Hal ini membuat pemerintah menaruh harapan agar destinasi wisata lokal, seperti Dieng dapat membuka lapangan kerja seluas mungkin.  

"Kita ingin Desa Wisata Dieng Kulon bangkit, dapat membuka lapangan kerja seluas-luasnya, dan wisatawan kembali datang," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin dalam kunjungannya di Dieng, Rabu (6/10/2021).

Baca juga: Lima Kali Fenomena Embun Es di Dieng, Tak Bisa Dinikmati Wisatawan 

Ketua Pokdarwis Dieng Pandawa, Alif Fauzi, mengatakan, Dieng Culture Festival merupakan agenda tahunan yang selalu menarik minat wisatawan. Serta memberikan manfaat yang sangat besar bagi masyarakat. 

Baca juga: Ikut Bangkitkan Industri Pariwisata, Komunitas LA 32 Riders Bedah Toilet di Dieng

Pada 2018, sebelum pandemi COVID-19 melanda, ajang yang berlangsung selama tiga hari itu dapat menarik minat 180 ribu pengunjung. Kegiatan ini juga disebut telah memberikan manfaat bagi masyarakat di 18 desa sekitar.

Baca juga: Menparekraf: Pemandangan Dieng Tidak Kalah dengan Swiss

"Kita sudah melakukan penelitian, bahwa wisatawan rata-rata pengeluarannya per hari selama festival tersebut sebesar Rp450 ribu. Sehingga total dalam tiga hari tersebut perputaran uang sekitar Rp90 miliar," kata Alif Fauzi. 

Dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif juga, banyak masyarakat yang memanfaatkan dengan mendirikan homestay. Saat ini tercatat terdapat 350 homestay dari awalnya yang hanya berjumlah lima saja. 

"Berkat perjalanan yang panjang, dan dukungan pemerintah desa sekarang masyarakat sudah bisa mendapatkan manfaat yang begitu banyak," pungkas Alif Fauzi.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas