Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Di Desa Wisata Rejowinagun Ini, Petai dan Jengkol Jadi Olahan Camilan Enak dan Rasanya Nagih

UMKM Desa Wisata Rejowinangun bisa mengolah petai atau jengkol jadi cemilan nikmat, tanpa rasa pahit dan bau tidak sedap.

Di Desa Wisata Rejowinagun Ini, Petai dan Jengkol Jadi Olahan Camilan Enak dan Rasanya Nagih
Tribunnews/Aisyah
Camilan petai dan jengkol hasil olahan UMKM Desa Wisata Rejo Winangon, Yogyakarta. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Petai atau jengkol menjadi jenis makanan yang sering tidak disukai oleh sebagian masyarakat. Aroma yang dianggap kurang sedap, hingga rasa agak pahit menjadi penyebabnya. 

Namun siapa yang mengira jika petai atau jengkol bisa menjadi cemilan yang nikmat, tanpa rasa pahit dan bau tidak sedap. 

Hal inilah yang dilakukan oleh Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Desa Wisata Rejo Winangon, Yogyakarta. 

Bersama dengan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Endang membuat terobosan terbaru dari bahan dasar petai dan jengkol. 

Baca juga: Kerupuk dan Kue Semprong, Berikut Camilan Tradisional Nusantara untuk Menemani Aktivitas

Ide ini berawal empat tahun yang lalu saat Endang panen hasil ladang. Merasa hasil tanamannya berlebih, Endang mencoba untuk memutar akal agar bisa dimanfaatkan. 

Baca juga: Yogurt Jadi Camilan Sehat, Ketahui Manfaatnya Bagi Kesehatan Tubuh

"Tadinya kan panen banyak. Terus kepikiran buat apa ya. Terus kepikiran petai sama jengkol. Terus tak goreng, loh kok enak. Temen-temen suka, terus aku bikin," ungkapnya saat diwawancarai Tribunnews di Yogyakarta, Jumat (9/10/2021). 

Baca juga: 6 Camilan Sehat yang Disukai Anak-anak: Mulai dari Sandwich hingga Kismis

Endang pun membuat oleh keripik dari bahan dasar jengkol dan keripik petai. Khusus untuk keripik petai, diberikan nama julukan Kripet. 

Namun saat ini penjualan baru secara online dan antar teman. Walau belum masuk ke toko, produk ini sudah pernah dipesan hingga Kalimantan bahkan Singapura. 

Ia mengaku usahanya saat ini belum tersedia di oplet-oplet. Hal ini dikarenakan dirinya belum mendapatkan relasi. Endang pun berharap, produk keripik petai dan jengkol ini dapat berada di toko-toko. 

"Harapannya bisa masuk ke oplet-oplet, dan bisa dijual sebagai oleh-oleh khas. Karena ini kan keripik petai sama jengkol belum ada ya. Tapi kalau kerupuk jengkol mungkin banyak," katanya lagi. 

Untuk harga keripik petai untuk satu botol adalah Rp 35.000 saja. Begitu pun keripik jengkol yang dijual dengan harga yang sama.

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas