Healing Anti-Gagal, Riset Buktikan Perencanaan Matang Bikin Liburan Berkesan
Perencanaan matang pada aspek transportasi, akomodasi, hingga agenda utama dapat meminimalkan risiko situasi darurat yang kerap menjadi pemicu stres
Penulis:
Willem Jonata
Editor:
Eko Sutriyanto
Ringkasan Berita:
- Merencanakan liburan kini diposisikan sebagai investasi emosional. Sering kali, wisatawan terjebak dalam euforia destinasi namun mengabaikan aspek logistik
- Persiapan mendalam memiliki korelasi langsung dengan tingkat ketenangan selama berwisata
- Perencanaan yang matang pada aspek transportasi, akomodasi, hingga agenda utama dapat meminimalkan risiko situasi darurat yang kerap menjadi pemicu stres
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di tengah masyarakat urban, tren perjalanan wisata kini mengalami pergeseran paradigma.
Liburan bukan lagi sekadar aktivitas impulsif untuk mengisi waktu luang, melainkan menjadi kebutuhan yang memerlukan manajemen matang agar memberikan dampak positif bagi kesehatan jiwa.
Konsep merencanakan liburan kini diposisikan sebagai investasi emosional. Sering kali, wisatawan terjebak dalam euforia destinasi namun mengabaikan aspek logistik.
Padahal, persiapan mendalam memiliki korelasi langsung dengan tingkat ketenangan selama berwisata.
Hal ini diperkuat oleh riset Michelle Gielan, Founder Institute for Applied Positive Research, pada tahun 2020.
Gielan menekankan bahwa perencanaan yang matang pada aspek transportasi, akomodasi, hingga agenda utama dapat meminimalkan risiko situasi darurat yang kerap menjadi pemicu stres.
Baca juga: Long Weekend Seru? Simak Inspirasi Liburan dari Cerita Lokal Batch 3
Rasa siap dan kendali atas rencana perjalanan terbukti memberikan efek psikologis yang besar.
Studi tersebut mencatat bahwa 74 persen responden merasa lebih "terkendali" di tengah ketidakpastian dunia ketika mereka memiliki rencana liburan yang terstruktur dengan baik.
Rumah kedua yang nyaman
Dalam ekosistem perjalanan, pemilihan hotel dipandang lebih dari sekadar tempat bermalam, melainkan menjadi pusat pengalaman yang menentukan kualitas istirahat dan suasana hati wisatawan.
Edukasi mengenai pemilihan akomodasi menjadi krusial karena kenyamanan hunian berfungsi sebagai jangkar stabilitas emosi setelah seharian beraktivitas.
Yudhitia Kurniawan, praktisi dari The Ascott Limited, menekankan bahwa kualitas akomodasi adalah kunci dari narasi perjalanan yang sukses.
"Kenyamanan hunian adalah fondasi yang menentukan apakah seorang pelancong dapat menikmati harinya dengan maksimal atau tidak. Kami menyarankan wisatawan mencari properti yang tidak hanya menawarkan tempat tidur, tetapi juga pengalaman personal dan rasa aman," jelas Yudhitia.
Ia menambahkan bahwa riset terhadap reputasi manajemen properti menjamin kenyamanan konsisten yang akan menjadi memori indah saat pulang.
Berikut langkah-langkah yang disarankan kepada wisatawan, dalam upaya mewujudkan perjalanan berkesan dan bermakna:
- Personalisasi itinerari, yakni menyusun jadwal yang tidak terlalu padat agar tersedia ruang untuk menikmati suasana secara autentik.
- Riset akomodasi berbasis pengalaman, yakni memilih hotel yang mendukung gaya hidup, seperti fasilitas wellness hingga aksesibilitas kuliner lokal
- Manajemen risiko dengan memastikan alokasi asuransi dan dana darurat agar perjalanan berjalan tanpa hambatan finansial.