Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●

Blog Tribunners

Gayus "Nyanyi", Apa Kata Dunia?

Ini extraordinary crime, kejahatan luar biasa yang dilakukan secara sadar oleh orang-orang serakah, dan tidak pernah puas atas remunerasi yang diterimanya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: krisna
Editor: Juang Naibaho

Gayus sendiri dalam perspektif pengungkapan markus pajak dan tikus-tikus berdasi di lumbung kantor pajak, tentulah seorang "whistle blower". Dialah si peletup informasi kunci yang menguak kebobrokan dan kejahatan terorganisir di instansinya.

Dalam konteks ini, tentu Gayus boleh menerima keringanan-keringanan tertentu atas kesukarelaannya membongkar mafia di kantor pajak. Sebagai sebuah institusi yang pegawainya banyak berasal dari satu "pabrik", pekerjaan mengungkap kejahatan terorganisir ini tidak mudah.

Selalu butuh orang yang bersedia jadi martir, atau paling tidak pelaku kejahatan itu sendiri yang karena situasi dan kondisinya dia tidak mungkin lagi menanggung dosanya sendirian. Gayus ada dalam posisi yang terakhir ini. Dia bukan martir, karena faktanya ikut menikmati kejahatannya.

Atas informasi Gayus pula, Menkeu Sri Mulyani Indrawati dan Dirjen Pajak Moch Tjiptardjo bergerak cepat. Mereka menonaktifkan 10 pegawai di Direktorat Keberatan dan Banding, mulai lewel penelaah keberatan hingga direkturnya. Menurut Gayus, semua pegawai di bagiannya ikut bermain.

Lagi-lagi ini jawaban mengapa kejahatan perpajakan, baik oleh PNS pajak, konsultan pajak, dan wajib pajak nakal begitu menggurita. Mereka ada dalam lingkaran yang satu sama lain saling bekerja sama, sama-sama membutuhkan, dan yang paling menentukan, saling menutupi kejahatannya.

Mereka nyaris bekerja seperti mafioso dengan doktrin omertanya. Oleh sebab itu, sikap menutupi itu jelas bukan karena faktor sungkan seperti diklaim Menkeu Sri Mulyani Indrawati. Mereka bersekongkol atas dasar saling menguntungkan.

Ini extraordinary crime, kejahatan luar biasa yang dilakukan secara sadar oleh orang-orang serakah, yang tidak pernah puas atas remunerasi yang diterimanya, dan selalu bikin cemburu PNS di instansi lain.(*)

Rekomendasi Untuk Anda
Halaman 2/2

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas