Air Lambang Kehidupan, Kesucian, dan Malapetaka
Lihat saja bagaimana NASA menghabiskan biaya besar menjelajahi Planet Mars hanya untuk mendeteksi adakah air di planet merah tersebut.
Editor:
Hasiolan Eko P Gultom
Tuhan menciptakan Air bersama-sama dengan langit dan Bumi hal ini dapat kita lihat dari Kej 1:1-2 (pada mulanya Allah menciptakan Langit dan Bumi, Bumi belum berbentuk dan kosong, gelap gulita menutupi samudera raya dan roh Allah melayang-layang diatas permukaan air), artinya bahwa air merupakan salah satu elemen dasar yang penting dalam proses penciptaan alam semesta selanjutnya, hal ini dapat kita lihat dari penciptaan hari ke-2,3,dan 5 selalu berhubungan dengan air.
Setelah penciptaan alam semesta selesai, air juga tetap melanjutkan tradisi pentingnya bagi perkembangan kehidupan, lihat saja bagaimana air bah kembali mensterilkan kehidupan alam. Setelah proses “sterilisasi” tersebut air juga selalu menjadi bagian perjalanan manusia, bahkan gara-gara air juga menjadi penyebab manusia hendak mecobai Allah dan tidak mempercayaiNya (Kel 17:1-3).
Pentingnya air bagi kehidupan juga sangat jelas terlihat pada saat proses keluarnya bangsa Israel dari tanah mesir, dimana salah satu penyebab Raja Firaun mengizinkan pulang ketanah terjanji adalah ketika sungai Nil yang merupakan sumber air mesir berubah menjadi darah, sehingga rakyat mesir tidak dapat menggunakan air itu untuk minum.
Pada perjanjian baru juga air dijadikan oleh Yohanes pembabtis sebagai symbol “penyucian” (sterilisasi) bagi orang-orang yang mau bertobat untuk mempersiapkan jalan bagi Yesus kristus, bahkan Yesus sendiri dibabtis oleh Yohanes dengan air. Sampai saat ini membatis dengan air sudah menjadi tradisi umat Kristiani.
Tentang air juga banyak tertulis dalam kitab suci Islam Al Quran, satu di antaranya menyebutkan bahwa air menjadikan segala sesuatu hidup (L Quran Surat 21 ayat 30 ), baik tumbuh-tumbahan dan hewan (Al Quran surat 79 ayat 27 – 33).
Dalam kitab kepercayaan Budhha juga meyakini pentingnya air bagi manusia, (Visuddhi magga Bab XIII, 28-65), dalam kutipannya tertulis seperti ini bahwa “para mahluk yang hidupnya bergantung dari air hujan”, bahkan juga tertulis kehancuran dunia di akibatkan oleh air, sedangkan Hindu sangat jelas kita lihat bagaiman mereka sangat menyucikan sungai gangga di India.
Uraian diatas menununjukan bahwa air sangat penting artinya bagi proses kehidupan manusia, baik dari sisi badaniah maupun rohaniah , sehingga sangat perlu kiranya keberadaan air perlu mendapat perhatian khusus.
Kebutuhan Air Dunia Saat Ini
Air diciptakan Sang pencipta sangat berlimpah. Saat ini air menutupi sebagain besar belahan bumi yaitu sekitar 71 persen permukaan bumi, yang sebagian besar berada di lautan. Dan lapisan-lapisan es di kutub, sebagian lagi berada di danau, bawah tanah, sungai.dan awan.
Dari 71 persen air yang ada, ternyata 97,5 persen adalah air asin (Laut) yang tidak begitu sesuai dengan kebutuhan manusia, jadi hanya ada 2,5 persen air tawar yang dapat dipergunakan, itupun harus kembali diolah terlebih dahulu karena terperangkap dalam bentuk es, dan berada dibawah tanah agar layak untuk digunakan oleh manusia untuk minum dan sanitasi, jadi tidak lebih dari 1 persen yang dapat digunakan secara langsung oleh masyarakat (Walhi)
UNESCO pada tahun 2002 telah menetapkan hak dasar manusia akan air sebesar 60 liter/orang/hari, bila kita kalikan dengan jumlah penduduk dunia 6.868.638.152 jiwa.(International data Base, 2010) maka kebutuhan air dunia perhari adalah 412.118.289.120 liter/hari., belum termasuk kebutuhan air untuk pertanian dan industry.
Kebutuhan Air Indonesia
Data Ditjen Sumber Daya Air menyebutkan jumlah total kebutuhan air di Indonesia mencapai 175 juta m3/tahun. Terdiri atas kebutuhan domestik 6,4 juta m3/tahun, pertanian 141 juta m3/tahun dan industri 27,7 juta m3/tahun yang pemenuhannya lebih dari 50% kebutuhan air berasal dari air tanah.
Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum membagi lagi standar kebutuhan air minum berdasarkan lokasi wilayah sebagai berikut:
a. Pedesaan dengan kebutuhan 60 liter/per kapita/hari
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.