Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Sistem Pemilihan Langsung Buat Parpol dan Caleg Berpropaganda Lewat Berbagai Cara

PERPOLITIKAN hari ini adalah buah dari hasil produk undang-undang politik yang liberal, dan berpengaruh besar terhadap konstituen partai dan caleg

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Sistem Pemilihan Langsung Buat Parpol dan Caleg Berpropaganda Lewat Berbagai Cara
net

Oleh Ananda Mustadjab Latip

*Penggagas dan Ketua Divisi Bidang Politik Gerakan Pemuda Anti Korupsi
*Caleg DPRD Jakarta dari PDIP

PERPOLITIKAN hari ini adalah buah dari hasil produk undang-undang politik yang liberal, di mana pengaruh besar terhadap konstituen partai dan calon legislatif secara langsung mendidik pemilih menjadi konstituen yang liberal.

Sistem politik pemilihan langsung (Pilsung) mengarahkan partai dan para Calegnya berpropaganda lewat segala cara. Jargon politik kerakyatan tenggelam di era liberalisme menjadikan uang sebagai propaganda utama untuk meraup suara.

Saya terima dari informasi dari para kerabat saya, kini beredar di masyarakat, bahwa sudah ada koordinator yang siap membagikan uang, untuk memilih caleg tertentu.

Kita harus mewaspadai serangan fajar (politik uang). Bukan saatnya lagi yang berkuasa naik berdasarkan kekuataan uang. Semua elemen masyarakat harus memantau itu.

Seperti halnya yang terjadi pada saat hari terakhir kampanye. Saya dikejutkan oleh para pendukung yang tiba-tiba menyerbu rumah kediaman saya yang mendesak melakukan ikrar untuk tidak berkhianat kepada konstituen bila terpilih menjadi anggota dewan perwakilan rakyat daerah.

Rekomendasi Untuk Anda

Saya terkejut, para kerabat saya mendatangi kediaman rumah saya untuk melakukan kebulatan tekad kebangsaan warga, dengan cap jempol darah yang dibubuhi di atas spanduk. Sebagai simbolisasi perlawanan rakyat atas politik uang, antigolput dan mewaspadai kecurangan Pemilu.

Untuk itu, Saya berharap warga Jakarta Selatan, khususnya Dapil 8 yang meliputi, Kec Jagakarsa, Kec Mampang Prapatan, Kec Pancoran, Kec Pasar Minggu, dan Kec Tebet, dapat sama-sama mewujudkan kemenangan rakyat.

Ini adalah perjuangan kita semua. Jika nanti tanggal 9 April rakyat memilih saya. Percaya saya menjadi wakilnya, itu adalah langkah awal perjuangan kita. Ingat rakyat terorganisir pasti menang. Merdeka!

Di sisi lain, sejak era kejatuhan Soeharto karena krisis moneter, lembaga moneter dunia pun ikut campur tangan dalam melakukan perubahan undang-undang politik bangsa ini.

Tak heran kalau perpolitikan kita sangatlah liberal, pengaruh besar terasa saat partai sudah tidak bertanggung jawab lagi atas kualitas anggotanya di DPR.

Selain itu, beberapa dampak dari pilsung adalah munculnya Caleg yang tidak mempunyai Visi kerakyatan, mereka menjadikan pertarungan dalam meraup konstituen adalah sebagai jenjang untuk menaikan kelas sosial secara pribadi atau dengan kata lain untuk mendapatkan makom di tengah-tengah masyarakat.

Dampak lain adalah munculnya caleg boneka yang biaya pencalegkannya dibiayai oleh Bandar tertentu, yang berspekulasi dan berkepentingan bisnis semata. 

Untuk itulah saya mencaleg dari partai yang memiliki sejarah perjuangannya yang panjang. Ingat hanya PDIP partai yang dibangun dengan 'berdarah-darah'.

Dan sudah sewajarnya kalau saya terpilih nanti terus mendorong agar wakil-wakil rakyat dari PDIP khususnya yang di DPRD DKI, hari-makin hari semakin dekat dan semakin progresif dan revolusioner.

Agar PDIP benar-benar menjadi alat perjuangan rakyat, guna menata kembali jati diri bangsa yang sesuai dengan filosofi yang telah dicetuskan oleh para pendiri bangsa ini, Pancasilais.

Atas dasar tersebut. Sebagaimana hasil dalam menampung aspirasi konstituen, dalam kurun waktu 7 bulan ini, sudah banyak hal yang dilakukan saya selaku calon anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Dalam mendekat diri ke konstituen mulai dari memperkenalkan diri lewat silahturahmi, bertatap muka dengan warga secara langsung, sampai hal-hal yang konkrit berkaitan dengan kebutuhan warga, yang itu dilakukan berkali-kali mendatangi warga, meski sudah dua kali sampai tiga kali kunjungan ke tempat yang sama.

Saya akan perjuangkan untuk membuat regulasi daerah tentang operasional hansip, tukang sampah dan para lansia. Latar belakang keluarga saya adalah pejuang, berjuang untuk masyarakat dengan cara bertemu langsung face to face dengan konstituen adalah kewajiban, karena dengan cara itu kita bisa tahu aspirasi masyarakat dan harus memperjuangkan apa.

Untuk diketahui, dengan segala keterbatasannya namun tidak mengurangi pengabdian saya pada masyarakat. hal-hal yang telah saya lakukan melalui kerja konkrit, contohnya, latihan keterampilan khusus ibu-ibu dengan mengolah bungkus plastik kopi dijadikan tas, berkomunikasi dengan para lansia dalam memaparkan perjuangannya, serta membangun MCK umum di beberapa tempat.

Selain itu, menurutnya, sebagai Ibukota Negara, permasalahan di Jakarta bukan hanya itu saja. Ada masalah banjir dan kemacetan. Hal ini bukan hanya tanggung jawab Pemprov DKI saja, tapi juga pemerintah pusat.

Contohnya masalah banjir dan macet. Inikah harus ada sinergis dengan daerah penyangga. Untuk mengatasi persoalan ini, harus ada campur tangan pemerintah pusat. Saya juga akan menciptakan sistem transparansi anggaran APBD  DKI Jakarta yang bisa diakses masyarakat.

Pasalnya, informasi mengenai anggaran tersebut tidak diketahui masyarakat dan sangat tertutup. Saya pun tak dapat mengakses (rincian APBD) dan detailingnya pun tidak diberitahu, kita tidak tahu untuk apa-apa saja anggaran digunakan.

Meski di negara manapun rincian anggaran itu tidak dibuka, namun bila ia terpilih menjadi anggota DPRD DKI Jakarta rincian anggaran itu bisa dibuka. Bila rincian anggaran itu dibuka, tentu itu ada efek positif dan negatifnya.

Tapi saya akan buka, misalnya saya ada di komisi A yang membawahi bidang tertentu, saya tahu anggaran dinas, maka saya bisa lakukan transparansi itu ke publik.

Saya akan bikin web untuk bocorin. Untuk membangun Jakarta yang berkualitas maka di butuhkan wakil rakyat yang mumpuni dan memiliki program dan visi kebangsaan yang jelas. (*)

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas