Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Akuisi BTN Batal, Dahlan Iskan Kena Batunya

Keresahan inilah yang mati-matian dihindari SBY, dengan berharap dia bisa lengser dengan soft landing

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Akuisi BTN Batal, Dahlan Iskan Kena Batunya
Istimewa
Edy Mulyadi, Direktur Program Centre for Economic and Democarcy Studies(CEDeS) 

Rizal Ramli memang hadir pada saat ribuan karyawan BTN berdemo di kantor pusat BTN menolak akuisisi tempat mereka bekerja oleh Mandiri. Tapi hal itu tidak serta-merta menjadi pembenaran atas tudingan, bahwa dia mengipas-ngipasi agar timbul keresahan di kalangan mereka. Bahwa kehadiran dan orasi tokoh yang sejak mahasiswa sudah berjuang menentang penindasan dan ketidakadilan itu kemudian menjadi ‘bahan bakar’ semangat dan heroisme karyawan BTN, tentu itu sah-sah saja.

Tampil di jalanan bersama demonstran bukanlah hal baru bagi yatim piatu sejak usia tujuh tahun itu. Disahkannya UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa antara lain merupakan buah perjuangan Rizal Ramli bersama aparat dan perangkat desa. Berkali-kali mereka menggelar aksi unjuk rasa demi memperjuangkan digolkannya UU yang diyakini bakal mendongkrak perekenomian dan kesejahteraan 78 ribu lebih desa di seluruh Indonesia.

Jejak Rizal Ramli juga bisa ditelusuri pada perjalanan panjang UU Berdasarkan UU No. 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan UU No. 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Bersama ribuan buruh, dia juga berkali-kali melakukan aksi dan orasi di jalan.

Yang terbilang fenomenal adalah, ketika Capres Konvensi Rakyat 2014 ini larut dalam demonstrasi menentang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang akan dilakukan rezim SBY pada 2008. Karena aktivitasnya itu, Menteri BUMN Sofyan D Djalil mencopot Rizal Ramli dari posisinya sebagai Komisaris Utama Semen Gresik (Persero). Padahal, di bawah arahannya, Semen Gresik yang sebelumnya kedodoran berhasil menjadi BUMN moncer, bahkan masuk dalam tujuh besar BUMN yang paling menguntungkan.

Bukan itu saja, juga santer pemerintah akan menangkap tokoh yang di kalangan Nahdiyin akrab disapa Gus Romli. Sejumlah orang dekatnya di Komite Bangkit Indonesia (KBI) bahkan berkali-kali diperiksa Mabes Polri di Trunojoyo, Jakarta Selatan. Saat itu memang berhembus isu yang digelontorkan penguasa, bahwa Rizal Ramli menunggangi aksi mahasiswa menolak kenaikan harga BBM.

“Salah. Bukan menunggangi demo anti kenaikan BBM. Yang benar, Rizal Ramli memimpin aksi penolakan kenaikan harga BBM, kebijakan pemerintah yang neolib dan menyengsarakan rakyat,” tukas Adhie M Massardi aktivis KBI.

Jadi, terlalu gegabah bila hanya ‘bermodal’ fakta hadir dan berorasinya Rizal Ramli di tengah-tengah karyawan BTN, Dahlan lalu melekatkan stigma ‘provokator’ kepada Rizal Ramli. Tidak berlebihan kalau disebut Dahlan memang menteri yang ngawurseperti yang sibuk dia tepis sendiri.

Rekomendasi Untuk Anda

Entah ada hubungannya atau tidak antara pembelaan Rizal Ramli terhadap BTN dan karyawannya dengan pembatalan rencana akuisisi bank itu oleh Mandiri. Satu hal yang pasti, langkah bapak tiga anak itu sekali lagi membuktikan, bahwa dia memang pejuang yang benar-benar berpihak pada kaum dhuafa yang terzalimi. (*)

*) Edy Mulyadi, Direktur Program Centre for Economic and Democarcy Studies(CEDeS)

Halaman 2/2

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas