Menikmati Intervensi
Akhir tahun 2014 lalu saya menulis di berbagai media tentang perang harga minyak yang berkaitan dengan upaya AS memulihkan perekonomian domestiknya
Editor:
Rachmat Hidayat
Atas nama kebebasan di berbagai dimensi kehidupan, keluarga sebagai atom sosial ternyata tidak lagi mempunyai ketentraman. Materi telah menyihir kehidupan sehingga tahta dan harta adalah pusat perburuan segenap lapisan masyarakat.
Untuk hal ini pula manusia membenarkan pembunuhan jiwa melalui transaksi ekonomi atau politik yang legal atau illegal. Nah, berkat desakan materialism itu manusia berbangga dengan pertahanan diri berbasis suitability standard: yang penting enak dan nyaman untuk dirinya sementara untuk orang lain, never mind.
Kini pilihan sistem itu telah sebagian diadopsi dan diadaptasi melalui amandemen konstitusi, regulasi dan kebijakan pemerintah. Maka, sadarkah kita bahwa hal itu telah bersifat a-historis, bertentangan dengan semangat perjuangan dan kejuangan bangsa, dan konstitusi 1945 ?
Jika tidak, itu adalah sikap menikmati intervensi dan menjadi wajar dan layak dimengerti kenapa elit politik dan elit ekonomi Indonesia menikmati demokrasi korporasi yang saya tulis 10 tahun lalu.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.