Waspada Penipuan Uang Soekarno
Narno pun terus meyakinkan bahwa uang itu bisa dibelanjakan dan transaksi langsung memberi keuntungan berlipat.
Reny mengkonfirmasi transfer dan pengambilan uang tersebut dengan menunjukkan buku rekening Bank Mandiri miliknya yang dikeluarkan KCP Depok Timur (foto 3 terlampir).
Namun berbeda dengan Narno, Reny mengatakan bahwa rekeningnya dipakai menampung transferan Rp 150 juta dan segera mencairkannya atas permintaan Bobi.
Reny mengaku tak mengenal nama Narno, Totok, maupun Cahyo. Bobi disebutnya sebagai teman adik ibunya bernama Wati. Saat diminta kontak om-nya itu, Wati yang saat itu bak juru bicara Reny, mengatakan dialah yang akan menanyakan pada si adik dan berjanji mengabarkan informasi rinci tentang identitas Bobi.
Hingga surat ini dikirim ke media cetak dan online, janji untuk memberikan keterangan tentang identitas rinci Bobi dan permintaan untuk mentransfer balik dana Rp 150 juta tak berjawab. Upaya mencari solusi tuntas atas kasus penipuan ini pun seperti masuk jalan buntu sehingga tampaknya pelibatan aparat berwenang menjadi satu-satunya pilihan untuk menyelesaikannya.
Bila menemui sebagian saja dari paparan ini, anda patut waspada. Bisa jadi anda sedang terlibat kasus penipuan bermodus uang Soekarno dan andalah yang jadi korbannya.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.