Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Surya Paloh: Lebih Gagah Diancam Teroris daripada Diancam KPK

Agenda konsolidasi Fraksi Partai NasDem se-Indonesia akhirnya digelar Kamis malam (14/01/2016).

zoom-in Surya Paloh: Lebih Gagah Diancam Teroris daripada Diancam KPK
TRIBUNNEWS.COM/Imanuel Nicolas Manafe
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh 

Ditulis oleh : Fraksi Nasdem

TRIBUNNERS - Sesi pembukaan agenda konsolidasi Fraksi Partai NasDem se-Indonesia akhirnya digelar Kamis malam (14/01/2016).

Sedianya, seremoni itu dilakukan siang harinya, pukul 13.30 WITA. Namun Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh yang dijadwalkan membuka acara memutuskan menunda, dengan menimbang suasana kebatinan publik yang tengah berduka. 

Pukul delapan malam, lima menit setelah pemandu acara menyapa audiens di Ballroom Hotel Discovery Kartika Plaza, Kuta, tampak 467 peserta konsolidasi bangkit dari tempat duduk, menyambut Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh yang tengah berjalan memasuki ruang.

Setelah sesi peluncuran buku berjudul Restorasi Bersama Rakyat, Surya Paloh menyampaikan arahan-arahan politiknya. 

“Pertama, saya sampaikan perintah Ketua Umum, agar konsolidasi (semacam ini) dijadikan agenda tahunan Fraksi Partai Nasdem," ujarnya.

Respon antusias ini tidak mengherankan  mengingat para peserta menilai ajang konsolidasi ini memang momen yang sangat penting.

Rekomendasi Untuk Anda

Sebagai partai baru yang membawa semangat perubahan, para kader Partai NasDem yang duduk di lembaga perwakilan rakyat menilai perlu adanya media untuk menyamakan cara pandang dan sikap para legislator di seluruh level perwakilan, dari DPR RI hingga DPRD.

Dalam hal ini, instruksi Surya Paloh adalah wujud responsivitas ketua umum partai terhadap aspirasi para kader.

"Kita akan ketemu lagi Januari tahun depan di sini, di Bali. Karena ini perintah, saya rasa tak perlu lagi diperdebatkan," seloroh Surya Paloh disambut sorak tawa peserta hadirin.

Berikutnya, Surya Paloh menyinggung peristiwa tragis yang terjadi di Jakarta yang  beriringan dengan momen konsolidasi.

Menurutnya, para teroris ini telah gamblang menyatakan sikapnya untuk berlawan dengan bangsa Indonesia.

Mereka, bahkan siap membuang nyawa demi mengusung identitas penentangannya terhadap bangsa ini.

Bagi Surya Paloh, persoalan ini cukup pelik dan membutuhkan perhatian khusus, mengingat efeknya sangat serius terhadap eksistensi bangsa dan kemanusiaan negeri ini.

Ironisnya, menurut Surya Paloh, para teroris tak menjelaskan narasi ideologis mereka.

Halaman 1/3

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas