Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Ternyata Batu Itu Fosil Mani Gajah

Beberapa hari lalu, saya kedatangan tamu yang ingin melihat koleksi bambu unik dan langka, salah satu ingin melihat pring petuk koleksi milik saya.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Toni Bramantoro
zoom-in Ternyata Batu Itu Fosil Mani Gajah
foto: alex palit
pring pethuk dan fosil mani gajah 

Sang tamu menyebut bahwa FMG banyak dicari diburu dan dicari orang. Untuk menjawab rasa penasaran, saya pun buka internet untuk tanya ke mbah Google, apa itu FMG.

Bahkan ada postingan menawarkan FMG dengan hitungan per gram berapa, angkanya sangat fantastik jauh mengalahkan akik Bacan.

Ternyata selain pring pehtuk, FMG ini termasuk sebagai salah satu benda langka yang banyak diburu dan dicari orang. Entah mungkin karena sulit didapat, atau punya kegunaan tertentu, sehingga harganya pun sangat fantastik.

Saya pun tidak menyangka bahwa di antara beberapa batu akik yang saya punyai itu ternyata berupa FMG yang katanya banyak diburu dan dicari orang.

Namanya juga tidak tahu dan tidak paham soal dunia perbatuan akik, FGM sempat geletak begitu saja.

Saya anggap tak ubahnya batu akik kebanyakan, main geletak. Padahal FMG banyak diburu dan dicari, nilainya di atas Bacan.

Jadi kini selain banyak mengkoleksi aneka bambu unik dan langka, saya cukup beruntung memiliki FMG menambah koleksi saya.

Rekomendasi Untuk Anda

Saya pun tidak tahu, apakah FMG ini nanti memberi nilai ekonomis atau kegunaan lainnya buat saya, atau ada yang minat, pasti ketemu jodohnya.

Sebagaimana proses saya mendapatkan (baca: diberi) yang saya anggap batu akik kristal biasa, ternyata FMG.

Begitu ceritanya, bahwa tenyata batu itu adalah fosil mani gajah. Adakah yang minat?

* Alex Palit, citizen jurnalis, pendiri grup fb “Komunitas Pecinta Bambu Unik dan Langka”

Halaman 2/2

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas