Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Ingat Rasulullah Puluhan Anggota Geng Motor dan Preman Menangis

Ada yang berbeda dari acara Haul di Pesantren Buntet Cirebon, tahun ini. Puluhan anggota geng motor XTC dan mantan lesbian menangis histeris.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Ingat Rasulullah Puluhan Anggota Geng Motor dan Preman Menangis
Istimewa
Sekitar 85 anggota geng motor XTC dari Kabupaten Kuningan, Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Tasikmalaya, dan Garut, menghadiri Haul Buntet Cirebon. 

Ditulis oleh : Rudi Agung

TRIBUNNERS - Ada yang berbeda dari acara Haul di Pesantren Buntet Cirebon, tahun ini. Puluhan anggota geng motor XTC dan mantan lesbian menangis histeris.

Sekitar 85 anggota geng motor XTC dari Kabupaten Kuningan, Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Tasikmalaya, dan Garut, menghadiri Haul Buntet Cirebon.

Selain anak geng motor, ada pula beberapa mantan LGBT, mantan preman, dan mualaf. Mereka ada yang berasal dari Cirebon, Jakarta, Bandung, Pemalang, dan lainnya.

Total, lebih 100 orang dari mereka beringsut ke pesantren Istiqamah Buntet, yang diasuh almarhum Kiai Abbas dan diturunkan ke putranya almarhum KH Abdullah bin Abbas atau Mba Dullah.

Anak-anak jalanan terlihat khusyu mengikuti shalawatan dan pengajian yang dipimpin salah satu putra Mba Dullah, Kiai Ayip Abdullah Abbas. Lantunan shalawat dan doa menggema di pesantren itu.

"Allahummashlih umatan Muhammad. Allahumarham umatan Muhammad. Ya Allah kasihilah umat Muhammad. Ya Allah, rahmatilah umat Muhammad," suara aamiin dan isak tangis kejar mengejar menggelegar.

Rekomendasi Untuk Anda

Linang air mata tak mampu dibendung dari bola mata mereka.

"Saya juga tidak tahu kenapa nangis, Bang. Tiba-tiba rindu dengan Rasul," tutur Liem Che Cung, mualaf yang berganti nama menjadi Muhammad Alif Belik.

Segendang sepenarian. Manda, bekas lesbian yang tercebur di dunia LGBT selama 25 tahunan itu menuturkan perasaan rindunya pada Rasulullah.

"Gak tahu gue pantas atau tidak merindukan Rasulullah. Tapi setiap ikut shalawatan, kerinduan itu selalu muncul dan terus menguat."

Usai meninggalkan kehidupan LGBT, sudah beberapa kali Manda rutin ikut shalawatan. Selain rindu pada Rasul, ia merasakan ketenangan dalam jiwanya.

Hal sama dikatakan salah satu anggota XTC Kota Cirebon, Ale. Dirinya merasa hangat dan nyaman usai melakukan shalawatan.

"Saya teringat dosa-dosa. Tak terasa menangis. Tapi, hati saya merasa tenang," ujar pria yang lengannya penuh dengan tato itu.

KH Ayip Abdullah Abbas, mengatakan, banyak orang menilai mereka yang terjerumus ke lembah hitam sebagai orang yang buruk. Padahal, Rasulullah tetap menghargai orang-orang seperti mereka. Bahkan, dirangkul dan diajak lebih dekat mengenal Allah.

Halaman 1/2

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas