Mengkerdilnya Pendidikan Agama Islam Mempengaruhi Masa Depan Bangsa
Sudah menjadi rahasia umum, Jumlah Jam Mengajar (JJM) Pendidikan Agama Islam yaitu 2 jam/minggu untuk tingkat pendidikan Sekolah Dasar (SD), Sekolah M
Penulis:
Ria Febriani
TRIBUNNERS - Sudah menjadi rahasia umum, Jumlah Jam Mengajar (JJM) Pendidikan Agama Islam yaitu 2 jam/minggu untuk tingkat pendidikan Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA), dan untuk tingkat pendidikan perguruan tinggi yaitu 2 SKS.
Mirisnya di tingkat perguruan tinggi mata kuliah Pendidikan Agama Islam hanya ada di awal semester, sedangkan semester II ke atas tidak ada mata kuliah Pendidikan Agama Islam.
Kurikulum pendidikan yang tidak dilandaskan dengan Islam akan membuat calon generasi masa depan negeri ini hancur.
Karena kurikulum yang tidak berlandaskan Islam mengajarkan calon generasi masa depan untuk selalu memperturut naluri dan hawa nafsu sebagaimana halnya hewan.
Wajar kaum terpelajarnya selalu melakukan hal-hal yang membuat diri mereka terjerumus dalam kemaksiatan.
Apabila dibandingkan dengan agama yang lain, Islam jelas lebih dari sekedar agama.
Islam adalah sistem hukum yang berasal dari Allah SWT, Sang Pencipta, yang menciptakan manusia, alam semesta dan kehidupan.
Dialah yang menurunkan Al-Quran melalui malaikat Jibril ke Nabi Muhammad SAW untuk dapat digunakan oleh manusia sebagai penuntun hidup.
Islam tidak membatasi manusia agar hanya berpikir secara religius atau secara ilmiah saja.
Islam mengajak manusia untuk berpikir menyeluruh tentang manusia, alam semesta, dan kehidupan.
Sehingga manusia mendapatkan jawaban yang benar tentang pertanyaan yang paling besar tentang kehidupan ini serta kaitannya dengan sebelum kehidupan dan setelah kehidupan.
Dengan ini manusia dapat membentuk kepribadiannya dengan tidak menjadikan naluri dan hawa nafsunya untuk memperturut jalannya di kehidupan ini sebagaimana halnya hewan.
Sejarah telah membuktikan kurikulum yang tidak berlandaskan dengan Islam akan berdampak amat besar bagi kaum Muslim.
Karena itu, kita wajib mengembalikan kurikulum pendidikan saat ini menjadi Islam kembali dan menjadikan calon generasi masa depan memiliki kepribadian Islam.
Jika hendak memperoleh sesuatu yang amat besar, maka butuh pengorbanan dan kerja yang sangat besar pula.
Maka, haruslah seluruh kaum Muslim bergerak melakukan tugas ini hingga tercapainya gambaran tersebut. Insya Allah.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
Baca tanpa iklan