Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
Masih Ada Pengaruh Kelompok ke Petugas TPS saat Penghitungan Suara
Dalam proses penghitungan suara masih ditemukan pengaruh dari seseorang/kelompok tertentu kepada petugas TPS.
Editor: Y Gustaman

Masykurudin Hafidz, Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR)
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat melakukan pemantauan Penutupan pemungutan suara. Pemantauan penutupan pemungutan suara dilakukan pada pukul 13.00 s/d 16.00.
Pemantauan Penutupan pemungutan suara dilakukan di 178 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di seluruh Kecamatan di Jakarta kecuali Kepulauan Seribu.
Fokus pemantauan dalam penutupan pemungutan ini dilaksanakan pada lima elemen yaitu 1) antrian pemilih ketika TPS ditutup, 2) gugatan pada saat penghitungan suara, 3) praktik mempengaruhi pilihan pemilih, 4) koreksi atas penghitungan suara dan 5) gambaran surat suara tidak sah.
Pertama; Pada penutupan TPS pukul 13.00 masih terdapat antrian pemilih untuk melakukan pemungutan suara.
Berdasarkan ketentuan Peraturan KPU, TPS ditutup pukul 13.00. Hasil pemantauan JPPR menunjukkan, dari 178 TPS, masih terdapat antrian memilih di 18 TPS (10 persen).
Sementara 160 TPS (90 persen) ditutup tepat pukul 13.00. Dalam TPS yang terdapat antrian pada pukul 13.00 sebagian besar disebabkan karena telat dalam Pembukaan.
Hasil JPPR sebelumnya menyebutkan, sebanyak 14 persen (23 TPS) dari 159 TPS terlambat dibuka dari pukul 07.00.
Di antara TPS yang terjadi antrian adalah:
1. TPS 44, Kelurahan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan
2. TPS 35, Kelurahan Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan
3. TPS 03, Kelurahan Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat
4. TPS 67, Kelurahan Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur
5. TPS 66, Kelurahan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan
Kedua; Penyampaian keberatan/protes/gugatan dari Saksi Pasangan Calon saat penghitungan suara berlangsung.
Dalam proses penghitungan suara, dari 178 TPS, terdapat 10 TPS (6 persen) terdapat keberatan dari saksi pasangan calon dan 168 TPS (94 persen) yang tidak terdapat keberatan dari saksi pasangan calon.
Keberatan dari saksi pasangan calon terkait dengan kekeliruan dalam penghitungan suara oleh KPPS, penentuan suara sah dan tidak misalnya ketika surat suara robek dan rusak, KPPS tidak konsentrasi dan kurang teliti saat menuliskan hasil suara bahkan keberatan hingga permintaan untuk penghitungan ulang.
Di antara TPS yang terjadi keberatan dari Saksi pasangan calon terjadi di:
1. TPS 23, Kelurahan Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
2. TPS 06, Cempaka Putih Timur, Cempaka Putih, Jakarta Pusat
3. TPS 30, Kelurahan Cilincing, Cilincing, Jakarta Utara
4. TPS 04, Kelurahan Cilandak Timur, Cilandak Jakarta Selatan
5. TPS 45, Kelurahan Gedong, Pasa Rebo, Jakarta Timur
Ketiga; Praktik dari seseorang/sekelompok untuk mengarahkan atau mempengaruhi petugas TPS pada saat pemungutan suara.

