Kepemimpinan Hastabrata Dalam Ratu Adil
Dalam ramalan Prabu Jayabaya atau pujangga Ranggawarsita disebutkan bahwa sosok yang dimaksud sebagai Ratu Adil adalah sosok manusia
Editor:
Toni Bramantoro
Watak rembulan
Memberi suasana tenteram pada sesama
Memberi penerang bagi yang gelap jiwa.
Mampu membaca ayat-ayat Allah,
Dengan rasa syukur,
Mampu menggugah kesadaran batin
Kesadaran akal dan budi baik manusia.
III
Rakyat merindukan pemimpin
Yang berwatak seperti bintang;
Memiliki cita-cita dan harapan yang tinggi,
Untuk kesejahteraan dan kemakmuran.
Tidak hanya untuk diri sendiri,
Tapi juga untuk rakyat.
Sebagaimana watak bintang
Demikian hendaknya watak pemimpin.
Memperindah kegelapan di malam hari.
Tanggap dalam hidup dan kehidupan.
Dalam menghadapi persoalan besar
Tak gentar, dan tetap tegar!
IV
Rakyat merindukan pemimpin
Yang berwatak seperti langit;
Adalah akasa,
Adalah langit,
Yang melindungi
Yang mengayomi
Tanpa pilih kasih.
Memberi keadilan dengan berbagi musim
Pada segenap belahan bumi.
Menyuburkan segala daratan
Dengan limpahan hujan.
Demikian hendaknya watak pemimpin.
Di negeri Bhineka Tunggal Ika
Yang berazas Pancasila.
Melindungi dan mengayomi
Dan adil berbagi.
Luhur, pengasih, serta cinta pada keindahan.
V
Rakyat merindukan pemimpin
Yang berwatak seperti angin;
Menerobos kapan saja,
menyelusup ke mana saja,
dan merembes di mana saja.
Mempelajari
Segala perangai baik, segala perangai Buruk,
Tanpa yang bersangkutan mengetahuinya.
Dalam berhembus,
Memberi kesejukan tiada henti.
Raga tak tampak, jiwa merasakan
Kehadirannya.
Gagah berani, teguh sentosa.
Lemah gemulai sekaligus dahsyat.
Demikian hambeging bayu
Hambeging maruta
Watak angin.
Demikian hendaknya watak pemimpin
Teguh bersahaja,
Dalam mencermati hidup berbangsa.
Lantang bersuara,
Demi kesejahteraan rakyat semua.
VI
Rakyat merindukan pemimpin
Yang berwatak seperti samudera;
Senantiasa,
Menampung segala yang masuk ke dalamnya,
Tanpa menggerutu, tanpa berkeluh kesah.
Jiwanya luas,
Penuh kesabaran.
Serta siap menerima berbagai keluhan
Dan menampung beban orang banyak.
Demikian watak samudera.
Kandungan air yang dalam,
Yang senantiasa bergelora,
Adalah landasan dari segala kemampuan
Adalah landasan dari segala kelebihan.
Namun tetap bersahaja.
Jauh dari sifat takabur,
Jauh dari sikap menyombongkan diri.
Watak pemimpin hendaknya,
Tidak membeda-bedakan kelompok,
Tidak membeda-bedakan golongan,
Tidak membeda-bedakan suku,
Bangsa dan agama.
VII
Rakyat merindukan pemimpin
Yang berwatak seperti api;
Yang mampu mengolah
Semua masalah
Semua kesulitan
Menjadi pelajaran berharga.
Adalah agni
Adalah dahana
Adalah api.
Murah hati dalam mendidik
Rendah hati dalam menularkan ilmu.
Membimbing kematangan mental
Mengurai kebuntuan spiritual.
Demikian hendaknya watak pemimpin
Mampu menyelesaikan masalah
Secara bijak dan adil.
VIII
Rakyat merindukan pemimpin
Yang berwatak seperti bumi;
Kekayaan yang ia miliki adalah
Kekayaan hati;
Sabardrana,
Ati jembar,
Legawa,
Dan lembah manah,
Dalam melayani segala yang hidup.
Rendah hati menghadapi berbagai
Persoalan.
Luwes menanggapi berbagai perubahan.
Dialah Bumi,
Demikian hendaknya watak pemimpin.
* Alex Palit, citizen jurnalis, penyuka dan kolektor bambu unik, pendiri dan admin Komunitas Pecinta Bambu Unik Nusantara (KPBUN)
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
Baca tanpa iklan