Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribunners
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tribunners / Citizen Journalism

Wujudkan Perubahan Masyarakat Melalui KKN Tematik Revolusi Mental

Bekerjasama dengan 33 perguruan tinggi negeri (ptn) maupun perguruan tinggi keagamaan (ptk) Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Keb

Wujudkan Perubahan Masyarakat Melalui KKN Tematik Revolusi Mental
ISTIMEWA
Fiqih Ananda Ardi, Mahasiswa IAIN Tulungagung Peserta KKN Tematik Revolusi Mental Desa Sidomulyo Kabupaten Blitar, Jawa Timur

Dikirimkan oleh Media Kemenko PMK

TRIBUNNEWS.COM, TULUNGAGUNG - Bekerjasama dengan 33 perguruan tinggi negeri (ptn) maupun perguruan tinggi keagamaan (ptk) Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menggelar kkn tematik revolusi mental.

Pada periode 20 Juli hingga 27 Agustus 2018 salah satu ptk di Jawa Timur yaitu Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung menyelenggarakan kkn tematik revolusi mental di Desa Sidomulyo, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Baca: Saka Energi Kembali Temukan Cadangan Minyak Baru

Tujuan dari kkn tematik revolusi mental ini salah satunya adalah mengubah perilaku masyarakat untuk lebih bersih dan mandiri.

Selain itu, melalui kkn tematik ini, mahasiswa juga berperan untuk meningkatkan akses pelayanan publik yang lebih optimal dengan bersinergi bersama perangkat desa.

Seluruh kegiatan dalam kkn tematik ini berbasis tiga nilai utama revolusi mental yaitu gotong royong, integritas, dan etos kerja.

Baca: Ini Unggahan Pertama Roy Kiyoshi Setelah Beredar Kabar Operasi Plastik, Ada yang Berubah?

Selain itu, selama kegiatan kkn ini, mahasiswa mendorong masyarakat desa terutama orangtua dan siswa untuk selalu hidup dengan sehat dan secara langsung mewujudkan gerakan Indonesia bersih.

Sebelum para mahasiswa kkn IAIN Tulungagung masuk ke desa, masih banyak siswa yang membeli jajanan di sekolah yang belum tentu terjamin kebersihan dan kesehatannya.

“Namun, semenjak kkn tematik ini diselenggarakan, siswa kami himbau untuk membawa bekal sendiri. Selain sehat, hal Ini bertujuan untuk mengurangi penggunaan MSG atau junk food” jelas Fiqih Ananda Ardi Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Tulungagung ketika ditemui di Kantor Kepala Desa Sidomulyo Selasa (14/8). Selain itu, dengan membawa bekal sendiri, jumlah sampah plastik dapat dikurangi dan hal ini juga merupakan implementasi dari Gerakan Masyarakat Sehat (Germas).

Terkait dengan Gerakan Indonesia Mandiri, pengembangan jiwa kewirausahaan menjadi fokus kegiatan yang dilakukan oleh Fiqih dan mahasiswa IAIN Tulungagung lainnya melalui pelatihan pembuatan sagon.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Samuel Febrianto
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas