Tribunners

Tribunners / Citizen Journalism

Guyonan Prabowo Soal 'Tampang Boyolali' Berpotensi Melahirkan Krisis Kepercayaan Publik yang Meluas

Ungkapan 'Tampang Boyolali' berpotensi melahirkan krisis kepercayaan publik yang meluas terhadap Capres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Editor: Dewi Agustina
zoom-in Guyonan Prabowo Soal 'Tampang Boyolali' Berpotensi Melahirkan Krisis Kepercayaan Publik yang Meluas
KOMPAS.com/Labib Zamani
Warga Boyolali membawa poster dan spanduk protes terhadap pidato Prabowo memadati ruangan di Balai Sidang Mahesa di Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (4/11/2018). 

INSIDEN Boyolali yang bermula dari guyonan Prabowo Subianto soal "Tampang Boyolali, berpotensi melahirkan tsunami ketidakpercayaan publik yang luas.

Atau akan terjadi krisis kepercayaan publik yang meluas terhadap Capres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, tidak saja dari masyarakat Kabupaten Boyolali, akan tetapi juga akan meluas ke seluruh Indonesia, tanpa harus diorganisir.

Ini akan melahirkan sikap simpatik masyarakat desa di Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia terhadap warga Boyolali yang dilecehkan oleh sikap Prabowo.

Ini akan terus-menerus bergulir dan berdampak pada munculnya sikap antipatik yang meluas terhadap Capres Prabowo Subianto-Cawapres Sandiaga Uno.

Capres Prabowo Subianto dan Cawapres Sandiaga Uno akan menuai krisis kepercayaan publik yang meluas.

Apalagi sikap antipatik publik Boyolali telah dikoordinir oleh Bupati Boyolali, sehingga eskalasinya sangat cepat, bahkan akan berujung dengan sikap menarik dukungan dan kelak tidak lagi memilih Pasangan Capres Prabowo Subianto-Cawapres Sandiaga Uno.

Baca: Surya Paloh Tanggapi Pernyataan Prabowo soal Tampang Boyolali: Biarkan Masyarakat yang Menilai

Ini sesungguhnya kasus pelecehan atau penghinaan oleh Prabowo Subianto terhadap masyarakat Boyolali di waktu dan tempat yang salah pada beberapa waktu yang lalu.

Sekalipun hanyalah sekadar guuonan, akan tetapi memicu kebencian publik terhadap perilaku Prabowo Sunianto-Sandiaga Uno yang salama masa kampanye Pilpres sering melontarkan kampanye hitam, kampanye negatif dan berita hoax.

Ini memang sangat memalukan dan menjadi fenomena politik yang sangat menarik, karena mssyarakat satu kabupaten bersama bupatinya menyatakan mencabut dukungan ke Capresnya.

Bisanya krisis kepercayaan publik muncul saat seorang pemimpin sedang menjalankan tugasnya.

Namun yang terjadi dengan Prabowo, justru krisis kepercayaan publik muncul disaat ia belum terpilih menjadi Presiden atau baru menjadi calon Presiden sudah menghadapi krisis kepercayaan publik yang meluas begitu cepat di Boyolali.

Dan tidak tertutup kemungkinan secara eskalatif akan meluas ke seantero Indonesia.

Jika ini benar-benar terjadi, maka ini baru pertama kali terjadi di negeri ini seorang Calon Presiden kehilangan kepercayaan publik pada saat sedang melakukan kampanye.

Segala daya upaya Prabowo Subianto bersama Sandiaga Uno berikut Partai Politik dalam Koalisi Adil Makmur akan berantakan hancur berkeping-keping, jika Prabowo Subianto tidak mampu menjaga tutur katanya yang santun di mata rakyat pendukungnya.

Akibatnya rakyat dengan mudah berpaling dan murka terhadap Capres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Ini adalah kegagalan Tim Kampanye Nasional Prabowo-Sandiaga dalam memanage kampanye, dan rasanya sangat sulit mengembalikan kepercayaan publik atau pemilih simpatisan Prabowo untuk sukses pada Pilpres 2019.

Penulis:
Petrus Selestinus
Pimpinan Pusat Pengurus Nasional Harimau Jokowi dan Koordinator TPDI

Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
Baca Juga
© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas