Wajah Garang Kabinet Indonesia Maju
Hari ini pelantikan Kabinet Indonesia Maju, hari yang ditunggu-tunggu rakyat Indonesia.
Editor:
Hasanudin Aco
Kalau kita jujur mengevaluasi kinerja BIN selama lima tahun terakhir mulai dipimpin oleh Jenderal TNI dan dilanjutkan dengan Jenderal Polisi, sangat memprihatinkan.
"Early warning system' atau sistem deteksi dini praktis tidak bekerja dengan baik. Banyak peristiwa yang terkesan "kecolongan" terjadi akhir-akhir ini.
BIN terkesan tidak mampu mencegah munculnya api membara, yang dilakukan hanya sibuk memadamkan api yang sudah terlanjur membumihanguskan negeri ini.
Kasus Papua, demo anarki sampai penusukan terhadap Wiranto menunjukkan aparat intelijen negara tidak bekerja dengan seharusnya.
Satu-satunya jalan untuk meningkatkan kinerja BIN dan mem-balancing wajah Kabinet Indonesia Maju yang keras ialah Presiden Jokowi harus mencari figur sipil yang mumpuni di bidang itu.
Figur sipil yang menonjol di bidang intelijen saat ini adalah Suhendra Hadikuntono.
Menurut saya penunjukan Suhendra sebagai Kepala BIN oleh Presiden Jokowi adalah satu-satunya jalan cerdas untuk menetralisir kekerasan wajah Kabinet Indonesia Maju, sekaligus upaya meningkatkan kinerja intelijen negara.
Kalau Jokowi kembali menunjuk figur tentara atau polisi menjadi Kepala BIN, berarti terkesan Presiden terperosok dalam lubang yang sama atau mengulangi kesalahan yang sama, akibatnya wajah Kabinet Indonesia Maju bukan hanya terkesan garang melainkan juga menjadi merah meradang. Let's see!!!
* Rudi S Kamri: Pegiat Media Sosial.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.