Tribunners
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tribunners / Citizen Journalism

Menyulam Benang Kebangsaan NU dan FPI

Perjumpaan antara NU-FPI bagaikan butiran gula pasir dan serbuk bubuk kopi. Sehingga perpaduan amar ma'ruf dan nahi munkar

Menyulam Benang Kebangsaan NU dan FPI
Istimewa
KH Imam Jazuli menyampaikan sambutan di acara Haul KH Anas Sirajuddin 

Menyulam Benang Kebangsaan NU Dan FPI
Oleh KH. Imam Jazuli, Lc., M.A*

Al-muhafazhah 'alal qadimis soleh wal akhdzu bil jadidil ashlah adalah slogan PBNU yang tidak semata menyangkut persoalan agama dan kebudayaan melainkan juga sosial-politik.

Melestarikan yang lama dan mengadopsi yang, selama bernilai positif dan bermanfaat bagi umat, adalah prinsip NU.

Di bawah kibaran spirit menjaga keutuhan bangsa dan negara, NU yang selama ini berdakwah dengan jalan "amar ma'ruf" dapat merangkul Front Pembela Islam (FPI) yang ciri dakwahnya "nahi munkar".

Perjumpaan antara NU-FPI bagaikan butiran gula pasir dan serbuk bubuk kopi. Sehingga perpaduan amar ma'ruf dan nahi munkar nyaris menciptakan kolaborasi sempurna.

Di samping itu, NU dan FPI secara ideologi merupakan cabang-cabang keagamaan yang sama-sama berakar pada Ahlus Sunah wal Jamaah. NU tidak bermasalah dengan Syi'ah, non-muslim, maupun aliran kepercayaan yang non-Abrahamik. Apalagi dengan FPI.

Perbedaan antara NU-FPI adalah perbedaan furu'iyah dan lebih sempit lagi perbedaan jalan dakwah. Manhaj dakwah. Perbedaan furu'iyah itu sendiri adalah sunatulah, karena setiap entitas sejarah lahir dari rahim peradaban dan kebudayaan berbeda. FPI dan NU lahir dalam semangat jaman berbeda.

Perbedaan furu'iyah-manhajiyah, semisal dalam konteks amar ma'ruf dan nahi munkar, adalah anak jaman.

Produk situasi sejarah yang parsial dan kontekstual. Dalam konteks ilmu Ushulul Fiqh, jaman berbeda maka hukum pun berbeda. Jaman menentukan hukum.

Dalam suatu jaman, di saat kebenaran lemah lembut diabaikan oleh penguasa, maka jalan nahi mungkar tentu dibutuhkan untuk sedikit keras.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Husein Sanusi
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas