Tribunners
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tribunners / Citizen Journalism

Alhamdulillah Andreas Suporter Indonesia Dibebaskan

ALHAMDULILLAH, puji syukur kehadirat Illahi Robby, Andreas Setiawan, suporter kita yang ditahan Polis Diraja Malaysia (PDRM), bebas

Alhamdulillah Andreas Suporter Indonesia Dibebaskan
Instagram KBRI Kuala Lumpur (@kbrikualalumpur)
Iyan Prada Pribowo dan Rifki Chorudin (berdiri ditengah) bersama KBRI KL, Aliansi dan pengacara sesaat setelah pembebasan mereka. (@kbrikualalumpur) 

Canda membawa duka Ikhwal ditahannya Andreas sesungguhnya sangat sepele, tapi tanpa disadari dampaknya sangat besar. Lelaki yang masih lajang itu menceritakan kisahnya sambil berpesan untuk tidak ditiru pihak lain.

"Jangan dilakukan oleh siapa pun," tegasnya.

"Aslinya hanya candaan," tukasnya. "Saya tidak punya niat sekecil apa pun untuk melakukan tindakan seperti yang dituduhkan," tutur Andreas.

Andreas melanjutkan ia memposting foto dirinya di depan gedung kembar di KL. Lalu, ada rekannya yang menulis komen: Kalau Indonesia nanti kalah, kita bom saja Stadion Bukit Jalil!

Tanpa berpikir panjang, Andreas menanggapinya dengan canda. Tapi dampaknya fatal. PDRM langsung bertindak. Dengan alat yang cukup canggih, PDRM bisa mendeteksi posisinya.

Dan saat berada di depan stadion, Andreas ditangkap. Dua rekannya yang juga dari Bali, Iyan Prada Wibowo dan Rifki Chorudin yang tidak tahu apa-apa, ikut ditangkap. "Kebetulan keduanya berangkat dan tinggal di hotel yang sama," katanya lagi.

Setelah ditahan selama 10 hari, Andreas akhirnya dibebaskan. "Selama ditahan, saya diperlakukan dengan baik," tutur pengemudi ojol ini.

Kebebasan suporter kita ini berkat kerja keras KBRI dan Kemenpora. Selain itu, PDRM tidak dapat membuktikan bahwa Andreas benar-benar melakukan ancaman apa pun.

Tidak terbukti membawa bom, tidak terbukti ingin melakukan pemboman.

Meski demikian, Andreas berpesan agar berhati-hati dalam berseluncur di medsos. Ya, canda bisa bawa petaka.

Semoga kedepan hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi. Dan semoga PDRM juga dapat segera mengusut kasus pengeroyokan dua suporter kit itu.

*Diandra Sabila N, Mahasiswi Binus Fak. Humaniora

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Toni Bramantoro
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
  Loading comments...

Baca Juga

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas