Tribunners
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tribunners / Citizen Journalism

Tegas Menolak ISIS Eks WNI, “Jempol” untuk Jokowi

Dalam kajian Ushul Fiqh, sikap tegas berpikir presiden masuk pembahasan Sadd al-Dzari’ah (menutup jalan keburukan).

Tegas Menolak ISIS Eks WNI, “Jempol” untuk Jokowi
Istimewa
KH. Imam Jazuli, Lc. MA, alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015. 

Tegas Menolak ISIS EKS WNI, “Jempol” untuk Jokowi
Oleh: KH. Imam Jazuli, Lc., M.A*

Presiden Joko Widodo (Jokowi) tegas dalam berpikir penyelamatan mayoritas. Demi mengamankan 260-an juta jiwa, yang belum terpapar radikalisme, Jokowi memutuskan tidak memulangkan 689 jiwa Eks WIN tersebut.

Ketegasan itu tercermin pada ucapannya, “nama dan siapa berasal dari mana, data itu komplet. Sehingga cegah tangkal bisa dilakukan di sini, kalau data itu dimasukkan ke imigrasi. Tegas ini saya sampaikan,” katanya.

Dalam kajian Ushul Fiqh, sikap tegas berpikir presiden masuk pembahasan Sadd al-Dzari’ah (menutup jalan keburukan).

Muhammad Hisyam al-Burhani mengutip al-Qurthubi dalam mengartikan al-Dzari’ah. Bagi al-Qurthubi, Dzari’ah adalah al-Khauf (ketakutan, kekhawatiran).

Pemulangan Eks WNI menjadi sumber munculnya kekhawatiran publik, seperti bertambahnya jumlah pendukung paham radikal.

Menolak pemulangan atas dasar kekhawatiran itu merupakan logika Sadd al-Dzari’ah.

Bangsa Indonesia sudah merdeka sejak tahun 1945. Turki Utsmani runtuh tahun 1922, sebelum kemudian spirit khilafah ini bangkit kembali pada tahun 1952.

Artinya, 689 jiwa Eks WNI itu sudah betul-betul matang dalam melihat baik-buruk keputusan mereka menolak NKRI-Pancasila.

Alasan subjektif mereka memilih bergabung dengan ISIS juga sudah kuat. Karenanya, Jokowi sudah tepat merasa khawatir Eks WNI tersebut dipulangkan.

Halaman
1234
Editor: Husein Sanusi
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas