Tribunners
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tribunners / Citizen Journalism

COVID-19 dan Problem Kebudayaan

Sedikitnya, dalam catatan Worldometers ada 196 negara yang sedang menghadapi masalah Covid-19

COVID-19 dan Problem Kebudayaan
Junaidi/PBNU
PBNU Peduli Corona 

COVID-19 dan Problem Kebudayaan

Oleh: Slamet Tuharie

Corona Virus Disease atau yang kita kenal sebagai Covid-19 dalam beberapa bulan ini telah berhasil merubah kondisi masyarakat dunia. Wilayah awal dari munculnya Corona yakni Wuhan, sempat menjadi kota mati, meski mulai 20 Maret 2020 lalu, pemerintah China sudah mulai memberikan izin secara bertahap kepada ratusan perusahaan nasional dan internasional yang ada di Wuhan untuk mulai beraktivitas kembali sebagaimana yang dilaporkan oleh Channel  News Asia (CNA). Bahkan, pemerintah China akan mencabut status Lockdown pada Provinsi Hubei, termasuk Kota Wuhan pada selasa (24/3) tengah malam.

Namun, ketika China kini sudah mulai berangsur-angsur pulih, di berbagai belahan negara di dunia justru masih harus terus berjuang untuk menghadapi pandemic global ini. Sedikitnya, dalam catatan Worldometers ada 210 negara yang sedang menghadapi masalah Covid-19, termasuk di dalamnya adalah Amerika Serikat yang justru menjadi negara dengan jumlah pasien positif dan tingkat kematian tertinggi di dunia akibat Covid-19.

Tingkat kematian di Amerika Serikat bahkan kini telah jauh melebihi China yang merupakan negara asal Covid-19 dengan jumlah korban meninggal sebanyak 34.641 orang dari jumlah pasien sebesar 678.210 orang per 17 April 2020.

PBNU Galang Gerakan #salingpedulicorona
PBNU Galang Gerakan #salingpedulicorona: https://nucare.id/program/gerakan_sejuta_masker_cegah_corona (Junaidi/PBNU)

Sementara itu, selain Amerika ada Spanyol dengan 184.948 orang dengan jumlah kematian sebesar 19.315, Italia dengan 168.941 orang dengan korban jiwa sebesar 22.170 orang. Begitu pula dengan Perancis yang telah mencatatkan korban meninggal sebanyak 17.920 dari total pasien positif sebanyak 165.027 orang.

Adapun Indonesia, dalam catatan Worldometers per 17 April 2020 tercatat 5.516 kasus dengan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 496 orang atau dengan Case Fatality Rate (CFR) sebanyak 8,99 persen. Ini adalah catatan yang sama dengan yang telah disampaikan oleh Satgas Penanganan COVID-19 dari Pemerintah Indonesia.

Tentu saja, ini adalah catatan yang tidak terlalu baik untuk Indonesia yang berdasarkan catatan World Health Organization (WHO) terhadap  Covid-19 berada di angka 3,4 persen. Oleh karena itu, bukan hanya pemerintah, namun seluruh masyarakat juga memiliki tanggungjawab yang sama untuk mencegah penyebaran Covid-19 agar tidak semakin meluas.

Problem Budaya Interaksi

Penyebaran Virus Corona yang begitu cepat hingga masuk ke 210 negara, telah dijelaskan oleh para ahli kesehatan dan virologist dengan berbagai teorinya.  Dan tulisan ini, tidak akan membahas Covid-19 dalam perspektif kesehatan, karena sudah begitu banyak yang menjelaskan dari sudut pandang itu. Perlu diketahui, bahwa ada satu hal yang turut menyumbangkan percepatan penyebaran Covid-19, yaitu budaya interaksi masyarakat global.

Halaman
12
Editor: Husein Sanusi
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas