Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Percakapan Terakhir Didi Kempot Dengan Letjen Doni Monardo

Sebagai rasa terima kasih kepada Didi Kempot, Letjen TNI Doni Monardo membuat video pendek pada hari Sabtu sore (2/5/2020).

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Percakapan Terakhir Didi Kempot Dengan Letjen Doni Monardo
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Penyanyi Didi Kempot saat tampil dalam Festival Berdendang Bergoyang di Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (1/2/2020). Didi Kempot sukses membuat penonton yang kebanyakan anak muda bergoyang dan bernyanyi bersama. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Oleh Egy Massadiah

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sulit percaya untuk menerima kenyataan bahwa Didi Kempot telah berpulang, Selasa (5/5/2020) pagi.

Betapa tidak, di tengah kesibukan menangani amuk virus corona, setidaknya dalam tiga hari terakhir, nama Didi Kempot selalu jadi salah satu topik pembicaraan Letjen Doni Monardo.

Apa pasal, nama Didi Kempot memenuhi hari-hari Doni Monardo ?

Bermula dari kedatangan tim kreatif yang mengusulkan penggunaan jingle lagu bagi kepentingan sosialisasi Covid-19, termasuk imbauan untuk tidak mudik di Lebaran mendatang.

Baca: Yan Vellia Bagikan Isi Pesan Didi Kempot Sebelum Meninggal, Bukti Perlakuan Sang Maestro ke Keluarga

Di ruang multimedia lantai 10 Graha BNPB sore itu, bermunculan ide.

Selain Doni Monardo yang antusias diskusi, wartawan senior Tommy Suryo Pratomo, serta sejumlah anggota Gugus Tugas dan tim kreatif.

Salah satu usulan adalah lagu “Garuda di Dadaku” tetapi diubah liriknya.

Rekomendasi Untuk Anda

Ada yang setuju, tapi ada yang menolak.

Yang setuju beranggapan, lagu itu sudah sangat populer.

Sedang yang menolak, beralasan, itu lagu “trade mark” milik suporter sepakbola.

Baca: Fakta Baru soal Didi Kempot, Nama Dionisius Prasetyo Diperbincangkan, Jadi Mualaf Sejak Tahun 1997

Tidak tepat, dan terlalu dipaksakan.

Lalu, muncul gagasan untuk meminta bantuan The Godfather of Broke Heart, Lord Didi Kempot.

Begitu muncul nama Didi Kempot, seisi ruang hening sejenak, ada yang saling pandang, semua seolah mengekspresikan kesadarannya yang baru datang setelah pergi entah kemana.

“Oh iya.... Kenapa tidak pakai Didi Kempot saja? Bagus itu,” suara sebagian orang hampir bersamaan.

Pendek kata, diskusi pun makin seru.

Halaman 1/3

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas