Tribunners
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tribunners / Citizen Journalism

Virus Corona

Pasien Covid-19, Santap Ikan Ambon Manise

Di saat vaksin ataupun obat Covid-19 belum lagi ditemukan, maka makan makanan sehat adalah cara terbaik

Pasien Covid-19, Santap Ikan Ambon Manise
Tribunnewsbogor/Vivi Febrianti
Ilustrasi Ikan Cakalang 

Alasan kedua, tentu saja menyerap buah kerja para nelayan yang telah mengikuti program emas biru. Sebuah program budidaya hasil laut, yang dirintis saat Doni menjabat Pangdam XVI/Pattimura tahun 2017.

Singkat kata, 100 kg ikan kuwe --di Ambon disebut ikan bobara— serta beberapa jenis lainnya pun siap dikirim. Mayjen TNI Marga Taufik Pangdam Pattimura sudah menyiapkannya atas permintaan langsung dari Doni. Untuk harga ikan dan packing, biayanya sekitar Rp 8 juta. Belum termasuk biaya kirim (kargo).

Beruntung, Dirut Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra berbaik hati, dan spontan menyatakan ikut membantu niatan Doni Monardo. Irfan membebaskan ongkos pengiriman 100 kg ikan dari Ambon ke Jakarta dengan pesawat Garuda.

Setiba di Wisma Atlet, ikan-ikan segar yang dikemas dalam kotak gabus styrofoam lengkap dengan es batu, langsung diolah di dapur RS Darurat Wisma Atlet. Para juru masak adalah koki-koki handal yang dikoordinir oleh Kementerian BUMN yang bertugas di sana.

Ikan Ambon Istimewa

Tidak sampai hitungan hari. Hanya dalam hitungan jam sejak para pasien Covid-19 di RS Darurat Civid-19 Wisma Atlet Kemayoran menyantap ikan kiriman Doni Monardo, komentar dan respon datang bertubi-tubi. Tentu ada yang nyangkut ke jalur japri Doni Monardo, tapi kebanyakan diarahkan kepada orang-orang terdekat Doni.

Melalui Brigjen Saleh Mustafa Akabri 91, Kasdam Jaya, saya mencari tahu komentar warga Wisma Atlet. “Apa benar itu ikan kuwe, pak! Kok rasanya beda sekali. Yang ini benar-benar gurih. Dagingnya wow, dan segar,” itu salah satu komentar salah seorang pasien di RS Darurat Wisma Atlet.

Ihwal keistimewaan rasa ikan yang didatangkan dari Ambon, saya menggalinya kembali saat berbuka puasa dua malam lalu.

“Yang jelas, laut Ambon belum tercemar,” kata mantan Komandan Jenderal Kopassus tahun 2015 ini.

Baca: FAKTA Makam di Rumah Penyekap Ibu Muda, Berisi Jasad Wanita Dililit Sarung dengan Luka Benda Tumpul

Baca: Bawa Uang Palsu Rp 3 Miliar, 4 Orang Keburu Ditangkap Sebelum Disulap Jadi Uang Asli Oleh Dukun

Kembali ia mengulangi alasan lain, yakni ihwal kedalaman lautnya. “Begitu lepas dari pantai, tidak lama kemudian bawah laut berbentuk tegak lurus, dengan kedalaman antara tiga-ratus hingga lima-ratus meter,” tambahnya.

Halaman
1234
Editor: Hendra Gunawan
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas