Tribunners
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tribunners / Citizen Journalism

Saatnya Alumni Timur Tengah Indonesia Move On !

OIAAI adalah Cabang dari Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) atau Al-Munazhzhamah Al-‘Alamiah Li Khirrijiy Al-Azhar

Saatnya Alumni Timur Tengah Indonesia Move On !
Istimewa
KH. Imam Jazuli, Lc. MA, alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015. 

Saatnya Alumni Timur Tengah Indonesia Move On !

Oleh: KH. Imam Jazuli, Lc., M.A*

TRIBUNNEWS.COM - Negara-negara Timur Tengah, khususnya Mesir, telah berjasa besar bagi peradaban di Indonesia. Banyak kaum terpelajar Nusantara merupakan alumni pendidikan Timur Tengah (Timteng). Eksistensi organisasi alumni Timteng ini mengimbangi organisasi-organisasi alummi lain, katakanlah Eropa dan Amerika. Tidak heran bila Al-Azhar, Kairo, misalnya, membentuk Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar Indonesia (OIAAI).

OIAAI adalah Cabang dari Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) atau Al-Munazhzhamah Al-‘Alamiah Li Khirrijiy Al-Azhar (The World Organization for Al-Azhar Graduates). Organisasi ini dibentuk di Mesir berdasarkan Undang-undang Nomor 7145 Tahun 2007 di Mesir. Para pendirinya antara lain Grand Syeikh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmad Thayib, Mantan Grand Syeikh AL-Azhar Prof. Dr. Muhammad Sayyid Thantawi, Mantan Meteri Agama Mesir Prof. Dr. Mahmud Hamdi Zaqzuq.

Ide membentuk OIAA ini muncul pada Seminar Internasional Alumni AL-Azhar tanggal 11-13 April 2006, dengan harapan menghidupkan kembali peran Al-Azhar di pentas internasional, mempererat hubungan silaturahmi alumni di seluruh dunia, dan menyebarkan sikap keagamaan yang moderat (Washatiyiah). Salah satu aktivitas OIAA adalah berkordinasi dengan kementerian luar negeri dan delegasi-delegasi Al-Azhar di luar negeri, serta mendirikan cabang-cabang Al-Azhar di negara-negara yang memiliki banyak alumni al-Azhar. Salah satunya Indonesia sehingga terbentuklah OIAA Cabang Indonesia.

TGB Zainul Majdi adalah Ketua Umum OIAAI. Dalam interviewnya bersama penulis, TGB menegaskan status administratif OIAAI sebagai mandatori Al-Azhar, yang bernaung di bawah ideologi Islam ala Al-Azhar, yakni Islam Moderat (Washathiyah). Tugas utama nya membumikan Islam wasatiyyah di Indonesia, karenanya tidak bisa melampui tugas yang di amananahkan lembaga Pusat.

Seiring perjalanan waktu, dinama sosial-politik di Indonesia lebih progresif, yang secara ideologi menuntut payung pemikiran yang lebih komprehensif. OIAAI sebagai lembaga mandatori pun tidak bisa memenuhi kebutuhan alumni Al-Azhar pada khususnya dan alumni lembaga-lembaga pendidikan Timur Tengah pada umumnya. Satu persatu mulai bermunculan organisasi lain di luar OIAAI.

Jaringan Alumni Timur Tengah (JATTI) dan Jaringan Alumni Mesir Indonesia (JAMI) adalah sedikit contoh organisasi di luar OIAAI yang dipelopori oleh alumni lembaga pendidikan Timteng. JATTI dan JAMI mencolok ke publik sejak Pemilu 2019, di mana dua ormas ini beradu kubu; JATTI Pro-Prabowo dan JAMI Pro-Jokowi. Sementara OIAAI tetap berada di pihak netral dan tidak berafiliasi pada politik praktis mana pun.

TGB Zainul Majdi mempersilahkan kepada alumni Timur Tengah umumnya dan alumni Mesir khususnya untuk membentuk asosiasi apa pun, semisal JATTI dan JAMI. Semua asosiasi baru ini dapat menjadi partner OIAAI di masa-masa depan untuk mengembangkan Islam Moderat di Indonesia. Relasi partnersip ini menjadi prinsip yang membuka ruang bagi masing-masing asosiasi baru untuk mengembangkan bakat dan skill, serta interes politiknya tersendiri.

Terminologi “interes-politik” ini penulis beri tekanan khusus, setelah melihat JATTI dan JAMI di Pilpres 2019 begitu sangat aktif. Sementara berdasarkan pengamatan sepintas, penulis melihat kebutuhan real masyarakat tidak semata-mata di bidang politik kekuasaan melainkan juga politik kebangsaan, keumatan dan keindonesiaan. Berfokus semata pada urusan kekuasaan dapat menyeret asosiasi alumni Timteng, cepat atau lambat, menjadi “underbow” partai politik. Underbow adalah “sapi perah.”

Halaman
12
Editor: Husein Sanusi
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas